DetikNews
Selasa 23 Oktober 2018, 21:26 WIB

Hampir Seluruh Pangkalan Elpiji di Palu Sudah Kembali Beroperasi

Muhammad Idris - detikNews
Hampir Seluruh Pangkalan Elpiji di Palu Sudah Kembali Beroperasi Foto: dok. Pertamina
Palu - Memasuki genap 1 bulan pasca-bencana gempa dan tsunami melanda beberapa wilayah di Sulawesi Tengah, sebanyak 1.381 pemilik pangkalan elpiji telah aktif beroperasi menyalurkan elpiji 3 kg bersubsidi. Lebih dari seribu pemilik pangkalan ini merupakan pengusaha lokal yang sudah kembali buka dan beroperasi dari total 1.473 pangkalan elpiji yang terdapat di wilayah Palu, Donggala, dan Sigi.

"Beroperasinya 1.381 pangkalan ini menjadi salah satu upaya Pertamina mengoptimalkan pemulihan penyaluran energi yang telah berangsur normal," ujar Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region VII Roby Hervindo dalam keterangannya, Selasa (23/10/2018).

Proses pemulihan kegiatan operasional pangkalan ini tidak terlepas dari berbagai upaya cepat yang dilakukan Pertamina, di antaranya membuat pangkalan sementara dari pangkalan yang rusak dan membentuk pangkalan pengganti untuk pangkalan yang lokasinya tidak bisa digunakan atau sulit diakses," tambahnya.

Roby menuturkan, sebelumnya, dalam memenuhi kebutuhan elpiji bagi masyarakat, tiga stasiun pengisian dan pengangkutan bulk elpiji (SPPBE) dan 12 agen elpiji di wilayah Palu, Donggala, dan Sigi seluruhnya beroperasi sejak minggu kedua pascabencana.

"Dengan beroperasinya seluruh pangkalan elpiji ini, akses masyarakat di wilayah Palu, Donggala, dan Sigi akan semakin mudah dalam memperoleh elpiji, baik itu elpiji bersubsidi maupun elpiji nonsubsidi," ujarnya.


Selain menyalurkan elpiji melalui pangkalan aktif, Pertamina telah menyalurkan gas tabung melon ke masyarakat melalui kegiatan operasi pasar yang dilakukan sejak 3 Oktober 2018 hingga saat ini.

"Sejak 3 Oktober 2018 sampai hari Selasa (23/10), Pertamina telah mengalokasikan penyaluran lebih dari 155 ribu tabung elpiji 3 kg bersubsidi melalui operasi pasar di 320 titik di Kota Palu serta Kabupaten Donggala dan Sigi," ujar Roby.

Pertamina juga memberikan elpiji serta kompor gratis kepada pengungsi, rumah sakit, BPBD, dan beberapa dapur umum, seperti World Central Kitchen.

"Total bantuan elpiji yang disalurkan Pertamina Peduli adalah 492 tabung, terdiri atas 393 tabung Bright Gas 12 kg, 22 tabung Bright Gas 5,5 kg, 54 tabung elpiji 3 kg dan 23 tabung elpiji 50 kg. Untuk World Central Kitchen, yakni organisasi nonprofit internasional yang bergerak di bantuan dapur umum, Pertamina telah membantu menyediakan 6 tabung elpiji 50 kg dan 4 set kompor," tutur Roby.

Di samping menyalurkan elpiji melalui pangkalan dan kegiatan operasi pasar, Pertamina telah mengalokasikan elpiji 3 kg bersubsidi, Bright Gas 5,5 kg, dan Bright Gas 12 kg di SPBU wilayah terdampak.


"Elpiji 3 kg bersubsidi dapat dibeli di 7 SPBU di Kota Palu, yakni SPBU Diponegoro, SPBU Towua, SPBU Kartini, SPBU Dewi Sartika, SPBU Maluku, SPBU Soekarno-Hatta, dan SPBU Imam Bonjol," jelas Roby.

Sedangkan untuk elpiji nonsubsidi Bright Gas dapat dibeli di 11 SPBU di Kota Palu dan 1 SPBU di Kabupaten Sigi, yakni di SPBU Diponegoro, SPBU Towua, SPBU Kartini, SPBU Dewi Sartika, SPBU Maluku, SPBU Soekarno-Hatta, SPBU RE Martadinata, SPBU Tavanjuka, SPBU Ki Hajar Dewantara, SPBU Talise, dan SPBU Sidondo.

"Kami akan terus mengoptimalkan penyaluran dan memperluas akses pembelian elpiji untuk memberikan jaminan suplai agar kebutuhan elpiji di masyarakat terpenuhi, khususnya di wilayah terdampak bencana," pungkas Roby.
(idr/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed