DetikNews
Selasa 23 Oktober 2018, 21:35 WIB

Polisi Izinkan Bawaslu Periksa Ratna Sarumpaet di Mapolda Metro

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Polisi Izinkan Bawaslu Periksa Ratna Sarumpaet di Mapolda Metro Ratna Sarumpaet (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Bawaslu berkoordinasi dengan polisi terkait agenda pemanggilan Ratna Sarumpaet atas laporan penyebaran hoax penganiayaan. Polisi mengizinkan Bawaslu memeriksa Ratna Sarumpaet di Mapolda Metro Jaya.

"Berkaitan permintaan Bawaslu untuk periksa RS, jadi sudah komunikasi dengan Krimum bahwa besok Bawaslu akan klarifikasi di PMJ pukul 14.00 WIB. Artinya, nanti dari Bawaslu datang ke sini, menanyai Ibu RS terkait laporan di Bawaslu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Bawaslu sebelumnya mengatakan ada sejumlah pihak yang melaporkan penyebaran hoax penganiayaan Ratna sebagai bentuk kampanye hitam. Hal itu juga dianggap melanggar deklarasi kampanye damai.





"Besok kami akan panggil Ratna Sarumpaet sesuai dengan undangan," kata anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Ratna Dewi mengatakan Bawaslu bersama tim Sentra Gakkumdu akan mendalami asal mula kabar penganiayaan hingga akhirnya diakui Ratna Sarumpaet hoax.

Ratna Dewi mengatakan saat ini Bawaslu berfokus meminta klarifikasi kepada Ratna Sarumpaet terlebih dulu. Terhadap terlapor lainnya, yakni Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, dan anggota Timses Prabowo-Sandiaga, belum dijadwalkan.

Ada tiga pelapor terkait penyebaran hoax Ratna Sarumpaet. Pelapor Garda Nasional untuk Rakyat (GNR) mempermasalahkan penyebaran kabar penganiayaan yang ternyata hoax sebagai kampanye hitam.





Kedua, Direktorat Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin melaporkan dugaan pelanggaran komitmen kampanye damai timses Prabowo. Timses Jokowi berharap Bawaslu memberikan teguran bila menemukan pelanggaran komitmen kampanye damai Pilpres 2019 agar ada efek jera bagi penyebar hoax.

Pelapor ketiga, Relawan Pro-Jokowi (Projo) melaporkan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno. Projo meminta Bawaslu membatalkan pencalegan Fadli Zon dan caleg DPR yang tergabung dalam timses Prabowo karena diduga ikut menyebarkan berita bohong penganiayaan Ratna Sarumpaet.
(knv/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed