DetikNews
Selasa 23 Oktober 2018, 19:52 WIB

HNW Imbau Mahasiswa Belajar Kepemimpinan dari Panitia Sembilan

Robi Setiawan - detikNews
HNW Imbau Mahasiswa Belajar Kepemimpinan dari Panitia Sembilan Foto: dok. MPR
Jakarta - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengajak mahasiswa membaca biografi masing-masing anggota Panitia Sembilan. Menurutnya, dari biografi itu, bisa dipelajari tentang kepemimpinan yang kreatif, inovatif, berani berdialog, dan berdebat untuk mencari solusi bersama.

"Kepemimpinan yang hebat dalam konteks Indonesia adalah kepemimpinan yang contoh-contohnya ada pada tokoh yang terhimpun dalam Panitia Sembilan," kata HNW dalam keterangan tertulis, Selasa (23/10/2018).

Seperti diketahui, Panitia Sembilan adalah panitia yang dibentuk oleh BPUPKI dengan beranggotakan sembilan orang, bertugas merumuskan dasar negara Indonesia yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Panitia Sembilan dibentuk pada 1 Juni 1945.


Adapun anggota Panitia Sembilan adalah Sukarno (ketua), Mohamad Hatta, Achmad Soebardjo, Mohammad Yamin, Wahid Hasjim, Abdoel Kahar Moezakir, Abikoesno Tjokrosoejoso, Agus Salim, dan Alexander Andries Maramis.

Menurut HNW, dilihat dari latar belakang Panitia Sembilan, mereka sangat layak menjadi pemimpin. Anggota Panitia Sembilan berasal dari kalangan terpelajar, intelektual, beragam keahlian (ahli ekonomi, ahli teknik, ahli hukum, ahli agama), beragam daerah, dan berbeda agama.

"Mereka menjadikan intelektualnya, pengalaman organisasinya, dan kepemimpinannya untuk mencari solusi dan konklusi bagi Indonesia," katanya.

HNW mengatakan berbicara tentang kepemimpinan dan leadership yang memiliki kreativitas dan inovasi adalah berbicara tentang kepemimpinan yang mempunyai keinginan dan kemauan untuk mencari solusi. Baginya, pemimpin hebat adalah pemimpin yang berani mendengar, berdialog, dan berdebat untuk mencari solusi bersama.

"Karena itu, jika kita ingin menghadirkan kepemimpinan dalam konteks Indonesia yang kreatif dan inovatif, para mahasiswa perlu membaca biografi sembilan tokoh Panitia Sembilan," ujarnya.


Menurutnya, dengan membaca biografi itu, orang akan memahami bahwa menjadi pemimpin itu membawa pencerahan yang tidak pernah berhenti.

"Sejarah adalah pengulangan. Jika sikap kepemimpinan dari sembilan tokoh itu kita ulangi, beragam solusi akan hadir terus-menerus. Ini akan memperkokoh dan memperkuat Indonesia. Para pemuda, kaum terpelajar, mahasiswa, penting untuk mengembalikan spirit sejarah berkeunggulan. Selain itu, sangat penting untuk mempelajari dan mengkaji biografi sembilan tokoh yang berhimpun dalam Panitia Sembilan," ucapnya.

HNW menjelaskan, dari kepemimpinan sembilan tokoh itu, tergambar pula kepemimpinan yang berjiwa Pancasila sebagai sesuatu yang hidup.

"Ketika kepemimpinan berjiwa Pancasila itu muncul, mereka bisa menghadirkan solusi bagi bangsa. Mereka bersama-sama menghasilkan cita-cita Indonesia merdeka," pungkas HNW.
(ega/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed