DetikNews
Selasa 23 Oktober 2018, 17:32 WIB

Lagi, Politikus PSI Diperiksa soal 'Potong Bebek Angsa' Fadli Zon

Azizah Rizki - detikNews
Lagi, Politikus PSI Diperiksa soal Potong Bebek Angsa Fadli Zon Politikus PSI Muannas Alaidid (Azizah/detikcom)
Jakarta - Politikus PSI Muannas Alaidid hari ini memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri. Muannas diperiksa sebagai saksi terkait kasus lagu 'Potong Bebek Angsa PKI' dengan terlapor Fadli Zon.

"Hari ini memenuhi undangan klarifikasi sebagai saksi. Tadi sudah di lakukan, (ditanya) hampir sekitar 15 pertanyaan," ujar Muannas di Bareskrim Polri, Jalan Jatibaru, Cideng, Jakarta Pusat, Selasa (23/10/2018).



Muannas, yang hadir mengenakan kemeja abu-abu dan berpeci hitam, diperiksa penyidik selama 1,5 jam. Poin-poin yang ditanyakan antara lain terkait konten video Fadli Zon yang dilaporkan, apakah ia pernah mendengarkan lagu itu, juga apakah lirik itu menurutnya masuk rumusan delik yang dilaporkan terkait masalah berita bohong.

"Nah salah satu poinnya di situ petikan lagunya ada kalimat yang menyebutkan misalnya 'gagal urus bangsa maksa dua kali' nah tadi kita memberikan penjelasan bahwa kalimat 'maksa dua kali' itu merupakan berita bohong karena jelas konten seluruhnya ini ditujukan untuk paslon lain, yaitu Jokowi-Ma'aruf. Jadi kalau disebutkan 'maksa dua kali' ini kan sebuah kebohongan," jelasnya.

"'Maksa dua kali' itu kalimat yang sangat tendensius karena bicara soal masalah Pak Jokowi ini memenuhi persyaratan kan sebagai calon sebagaimana KPU kan dan itu sudah sesuai perundangan," imbuhnya.



Ia juga menyoroti masalah kalimat 'fitnah HTI fitnah FPI' yang juga ada dalam lirik lagu yang diubah Fadli Zon yang menurutnya jelas terkandung kebohongan dalam kalimat tersebut. Selain itu, ia menggarisbawahi kalimat 'takut diganti Prabowo-Sandi' dan menyebut itu sebagai opini yang sesat.

Muannas menilai penyelesaian kasus Fadli Zon ini sebagai tantangan tersendiri bagi Polri. Ia meminta polisi harus berani dan tidak ragu menangkap Fadli Zon.

"Artinya bahwa ini akan menjadi tantangan bagi Polri untuk menunjukkan bahwa hukum itu jangan tajam ke bawah tumpul ke atas. Fakta hukumnya kan jelas, laporan sudah cukup banyak juga lah terhadap dia (Fadli Zon). Kalau nggak, ini akan terus diulangi kalau polisi tidak melakukan tindakan yang tegas. Apalagi laporan ini kan ancaman pidananya begitu tinggi. Nggak usah ragu, tangkap aja kalau perlu Fadli Zon," tegasnya.

Sebelumnya, Fadli Zon dilaporkan oleh politikus PSI Rian Ernest terkait lagu 'potong bebek angsa PKI' pada Selasa (25/9) lalu. Laporan tersebut diterima polisi dengan nomor laporan LP/B/1189/IX/2018/BARESKRIM. Rian Ernest sendiri juga sudah dipanggil penyidik dan memberikan keterangannya pada Jumat (12/10).

Fadli di Twitter mem-posting video yang menampilkan 3 pria dan 6 perempuan berhijab memakai seragam biru dan hitam serta topeng penguin. Mereka membentuk formasi tarian.

Mereka berjoget diiringi lagu yang berisi sindiran politik tajam. Sepotong lirik lagu itu diambil dari editan lirik lagu 'Potong Bebek Angsa' ala Fadli Zon. Secara keseluruhan, lagu itu memuat lirik berisi sindiran tajam kepada lawan politik Prabowo-Sandi.


Saksikan juga video 'Politisi PSI Jadi Saksi Soal Pelaporan 'Potong Bebek Angsa PKI' Fadli':

[Gambas:Video 20detik]


(rvk/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed