DetikNews
Selasa 23 Oktober 2018, 16:43 WIB

Hanura: Menjemput Habib Rizieq Opsi Murah Prabowo Pengaruhi Umat

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Hanura: Menjemput Habib Rizieq Opsi Murah Prabowo Pengaruhi Umat Politikus Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Partai Hanura ikut mengomentari niat capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menjemput imam besar FPI Habib Rizieq Syihab sebelum Pilpres 2019. Menurut Hanura, hal itu merupakan bentuk keputusasaan Prabowo-Sandiaga Uno.

"Logistik yang belum jelas, telah membuat Prabowo putus asa karena Sandi sendiri kelihatannya belum mau membiayai tim pemenangan mereka," ujar Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir kepada wartawan, Selasa (23/10/2018).


Dengan ketidakjelasan logistik itu, kata Inas, Prabowo-Sandi 'memutar otak' demi memperoleh suara dari rakyat. Memulangkan Habib Rizieq pun menjadi salah satu cara mereka memenangi Pilpres 2019.

"Karena tidak tahu lagi harus berbuat apa-apa untuk memenangkan pilpres di 2019, sehingga Rizieq adalah pilihan akhir untuk membantu Prabowo dalam mempengaruhi umat dengan biaya semurah mungkin," kata Inas.

"Yang menjadi persoalan adalah, apakah Rizieq mau membantu kampanye Prabowo secara gratis? Kita lihat drama berikutnya kalau Rizieq benar-benar pulang sebelum Pilpres 2019," sambungnya.


Capres Prabowo Subianto mengapresiasi dukungan para ulama dan santri saat menghadiri Hari Santri Nasional sekaligus milad Front Santri Indonesia ke-1 yang digelar FPI di Bogor, Jawa Barat, semalam. Prabowo berharap Habib Rizieq segera kembali ke Indonesia.

"Kalau bisa, Habib Rizieq sebelum saya terpilih bisa kembali. Kalau tidak, saya yang akan jemput beliau," kata Prabowo.

Habib Rizieq sebelumnya dicekal di Arab Saudi saat hendak bepergian ke Malaysia. Rizeq mengatakan menghormati pencekalan oleh Duta Besar Arab Saudi Usamah Muhammad Al-Syu'aiby. Tapi Rizieq meminta agar pencegahan itu dicabut karena dinilai akan merugikan secara finansial lantaran denda yang besar.


"Itu akan kena denda besar sekaligus kena sanksi blacklist sehingga nggak boleh ke Arab Saudi dalam beberapa tahun ke depan," kata Rizieq, Sabtu (29/9).

Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, mengatakan ada cara agar Rizieq terhindar dari denda dan blacklist tersebut. "Sebenarnya bisa tanpa denda dan blacklist, yaitu ketika ada program amnesti keimigrasian," ujar Agus kepada detikcom, Senin (1/10).

Namun tim kuasa hukum Rizieq menganggap saran Maftuh tidak solutif. Sebab, waktu penyelenggaraan program tersebut tidak jelas.

"Soal Kedubes yang menyarankan amnesti itu kan dia sendiri belum tahu. Selama menjabat juga dia mengaku baru sekali mengetahui ada amnesti itu. Jadi menurut saya, itu bukan bantuan negara yang diamanatkan undang-undang. Itu bukan solusi," ujar anggota tim kuasa hukum Rizeq, Damai Hari Lubis, saat dihubungi, Selasa (2/10).

Sebelumnya, Waketum Gerindra Fadli Zon menegaskan wacana penjemputan Rizieq oleh Prabowo tak terkait dengan Pilpres 2019. Fadli menyebut hal itu dilakukan sebagai bentuk pengawalan terhadap hak warga negara.

"Ini bukan persoalan elektabilitas. Ini persoalan hak warga negara untuk berada di negaranya," kata Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.


Saksikan juga video 'Habib Rizieq Dicegah, Wiranto: Tak Bisa Dikaitkan Kebijakan Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]


(mae/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed