DetikNews
Selasa 23 Oktober 2018, 16:01 WIB

Terdakwa Kasus e-KTP Dicecar soal Pola Aliran Duit dari Luar Negeri

Zunita Putri - detikNews
Terdakwa Kasus e-KTP Dicecar soal Pola Aliran Duit dari Luar Negeri Suasana persidangan perkara korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta. (Zunita Amalia Putri/detikcom)
Jakarta - Skema aliran duit korupsi proyek e-KTP dari luar negeri kembali dibeberkan jaksa KPK dalam pemeriksaan terdakwa perkara itu dalam sidang. Seperti apa?

Awalnya jaksa bertanya kepada terdakwa perkara itu yang juga orang kepercayaan Setya Novanto, Made Oka Masagung, soal pola pengiriman dan penerimaan uang dari luar negeri. Menurut jaksa, ada USD 1,8 juta yang mengalir dari luar negeri ke rekening Made Oka.

"Ini ada uang masuk USD 1,8 juta kemudian akhirnya mengalir ke mana-mana, ke perusahaan-perusahaan jual-beli valas. Betul?" tanya jaksa KPK kepada Made Oka dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (23/10/2018).




"Kalau sebagian, saya nggak tahu, tapi kalau diberi tahu itu, saya tahu," jawab Made Oka.

Jaksa kemudian meminta Made Oka menjelaskan dari awal soal penerimaan uang itu. Namun Made Oka mengaku lupa.

"Pertanyaan saya, uang (USD) 1,8 (juta) adalah hak Anda atau bukan?" tanya jaksa.

"Kalau kaitannya, yes," jawab Made Oka.

"Oke. Berarti uang (USD) 1,8 (juta) bukan uang kejahatan?" tanya jaksa lagi.

"Bukan," jawab Made Oka.

"Terus uangnya tadi kalau bukan uang kejahatan, kenapa nggak langsung saja dari Singapura ke sini? Kok polanya sama kayak Irvanto (keponakan Novanto)?" tanya jaksa.

"Kalau saya bisa bilang tahun 2012 sampai 2014 itu pajaknya saya lihat belum beres," ucap Made Oka.

Jaksa pun membeberkan beberapa perusahaan yang sempat menjadi perantara Made Oka untuk mengirim dan mengambil sejumlah uang dari luar negeri. Namun lagi-lagi Oka mengatakan lupa dan tidak tahu.




Tidak ingin berlarut, ketua majelis hakim Yanto kembali memotong jawaban Made Oka. Namun tetap saja, Made Oka mengaku lupa.

"Saya lupa, Pak. Banyak yang ngingatin di sidang saya baru ingat. Saya lupa, saya mohon maaf, saya memang lupa," tutur Oka.

Dalam perkara ini, Made Oka didakwa bersama-sama Irvanto turut melakukan korupsi proyek e-KTP. Irvanto dan Made Oka disebut berperan sebagai perantara pembagian duit 'haram' dari proyek itu. Baik Irvanto maupun Made Oka disebut jaksa menerima uang yang ditujukan bagi Novanto.
(zap/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed