DetikNews
Selasa 23 Oktober 2018, 14:26 WIB

Wiranto Gelar Rakor Bahas Pembakaran Bendera Bertuliskan Tauhid

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Wiranto Gelar Rakor Bahas Pembakaran Bendera Bertuliskan Tauhid Menko Polhukam Wiranto Foto: Yuni AY/detikcom
Jakarta - Menko Polhukam Wiranto memimpin rapat koordinasi terbatas (Rakortas) di Kantor Kemenko Polhukam. Rakortas ini membahas sejumlah hal terkait keamanan, termasuk insiden pembakaran bendera tauhid.

Rakortas digelar di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (23/10/2016). Rapat dimulai pukul 12.30 WIB dan hingga saat ini masih berlangsung.

Di lokasi terlihat hadir Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Jaksa Agung Prasetyo. Dalam Rakortas ini juga turut diundang pihak Kemenkum HAM, Kemenag, MUI hingga PBNU.


Insiden pembakaran bendera di Garut sendiri masih menyisakan tanda tanya apakan bendera yang dibakar adalah bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) atau bendera dengan kalimat tauhid tanpa ada kaitan dengan ormas tertentu. MUI sendiri menyatakan bendera yang dibakar itu merupakan bendera berkalimat tauhid yang tak ada hubungannya dengan HTI.

"Dalam perspektif MUI karena tidak ada tulisan Hizbut Tahrir Indonesia maka kita mengatakan kalimat tauhid. Kalau menjadi milik partai kelompok harus ada desain yang berbeda atau warna yang berbeda tidak persis meng-copy seperti dalam sejarah," Waketum MUI Yunahar Ilyas dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (23/10/2018).

Namun Yunahar menduga ada pihak yang sengaja memancing polemik di tengah peringatan hari santri. Karena itu polisi diminta mengusut kasus ini.

GP Ansor menegaskan bendera yang dibakar oleh anggotanya di Garut itu itu bukanlah bendera tauhid, melainkan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), yang menggunakan kalimat tauhid. Seharusnya penanganan tak langsung dibakar, melainkan diserahkan ke polisi. Namun itu tidak dilakukan personel Banser.


"Itu yang kemudian kami anggap sebagai kesalahanlah dari teman-teman ini," kata Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Coumas.

Namun Yaqut ingin publik memahami bahwa pembakaran bendera HTI di Garut pada Senin (22/10) kemarin bukanlah tanpa sebab. Yaqut menjelaskan pembakaran itu dilatarbelakangi provokasi dalam suasana peringatan Hari Santri Nasional.

"Itu pun ketika teman-teman di Garut melakukan pembakaran, tentu itu harus dipahami bukan dalam ruang hampa yang tidak ada sebabnya," ujar Yaqut.


Saksikan juga video 'Heboh Pembakaran Bendera Berkalimat Tauhid':

[Gambas:Video 20detik]


(abw/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed