DetikNews
Selasa 23 Oktober 2018, 13:51 WIB

Hakim Tegur Ponakan Novanto karena Selalu Bantah di Sidang

Zunita Putri - detikNews
Hakim Tegur Ponakan Novanto karena Selalu Bantah di Sidang Keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Terdakwa perkara korupsi proyek e-KTP yang juga keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, membantah semua keterangan saksi dalam persidangan. Irvanto juga mengaku lupa tentang beberapa hal penting dalam rangkaian proyek itu.

Awalnya jaksa KPK bertanya soal pertemuan di Ruko Fatmawati hingga urusan fee ke DPR. Namun keterangan Irvanto berbelit-belit.




"Yang dibahas apa di sana (Ruko Fatmawati)?" tanya jaksa KPK pada Irvanto yang menjalani pemeriksaan terdakwa dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (23/10/2018).

"Yang saya lihat di situ belum ada pembahasan. Yang sampai sekarang saya ingat di sana cuma ada Johanes Tan (Johanes Richard Tanjaya/Direktur PT Java Trade Utama), Bobby (Jimmy Iskandar Tedjasusila)," kata Irvanto.

"Iya, tapi apa Saudara nggak ngobrol? Masa nggak ngomong? Diam saja?" tanya jaksa lagi.

"Ya belum ada omongan, Pak. Hanya ngomong kerja sama aja. Saya diundang Pak Vidi (Vidi Gunawan/saudara kandung Andi Agustinus alias Andi Narogong)," ucap Irvanto.

"Iya, ngomongin apa?" tanya jaksa.

"Kerja sama e-KTP," jawab Irvanto.




Jaksa mengalihkan pertanyaan soal pertemuan Andi Narogong dengan Irvanto. Saat itu, menurut jaksa, Andi Narogong meminta Irvanto mengantarkan uang sebagai fee proyek e-KTP ke DPR.

"Saya tanya waktu itu Saudara disuruh Andi antar uang, kok mau? Tahu nggak uang itu proyek bagian dari fee ke DPR?" tanya jaksa.

"Nggak tahu saya," jawab Irvanto.

Setelah dicecar beberapa kali terkait hal itu, Irvanto baru mengakui bila dirinya memahami uang yang diantarnya adalah fee proyek e-KTP. Jaksa kembali mengalihkan pertanyaan soal seorang saksi yang pernah diperiksa bernama Muda Ikhsan Harahap.

"Kenapa Ikhsan nganter duit ke Saudara?" tanya jaksa.

"Nggak pernah," jawab Irvanto.

"Jadi artinya Ikhsan bohong?" tanya jaksa lagi.

"Iya, Pak," ucap Irvanto.




Ketua majelis hakim Yanto kemudian memotong Irvanto. Dia meminta Irvanto jangan asal membantah, sedangkan saksi-saksi yang sudah dihadirkan memberi bukti yang jelas.

"Saya lihat Saudara banyak membantah seperti diingatkan pak jaksa. Silakan Saudara bantah, tapi harus ada bukti bantahan," ucap hakim.

Dalam perkara ini, Irvanto didakwa bersama-sama Made Oka Masagung turut melakukan korupsi proyek e-KTP. Made Oka merupakan orang kepercayaan Novanto.

Irvanto dan Made Oka disebut berperan sebagai perantara pembagian duit 'haram' dari proyek itu. Baik Irvanto maupun Made Oka disebut jaksa menerima uang yang ditujukan bagi Novanto.



Saksikan juga video 'Jadi Saksi Korupsi Bakamla, Keponakan Setnov Kenakan Sepatu Rp 11 Juta':

[Gambas:Video 20detik]


(zap/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed