Gubernur Olly Dampingi Ketua MA Resmikan 85 Pengadilan Baru

Robi Setiawan - detikNews
Selasa, 23 Okt 2018 13:37 WIB
Foto: Dok Pemprov Sulut
Jakarta - Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Muhammad Hatta Ali bersama Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey meresmikan secara serentak 85 kantor Pengadilan Negeri baru se-Indonesia. Hatta Ali mengatakan peresmian ini menjadi momentum bagi perwujudan peradilan yang cepat, sederhana dan biaya ringan.

"Dengan adanya pengadilan di tiap daerah juga sebagai upaya mempermudah akses masyarakat tentang peradilan, daerah Melonguane dipilih menjadi pusat peresmian disadari pimpinan MA menilai Melonguane memiliki nilai strategis karena ada di ujung wilayah Indonesia, berbatasan dengan negara Filipina," ujar Hatta Ali dalam keterangannya, Selasa (23/10/2018).


Peresmian serentak 85 pengadilan pada 3 lingkungan peradilan se-Indonesia dipusatkan di Melonguane, Kabupaten Talaud, Senin (22/10/2018).

Menurut Hatta dibukanya pengadilan di daerah pinggiran NKRI seperti di Melonguane, mendorong langkah pemerintah untuk lebih dekat dengan para pencari keadilan yang ada di wilayah pinggiran Indonesia.

"Kebijakan pemerintah membangun dari perbatasan, memacu daerah untuk terus berkembang, pemerataan pembangunan harus adil. Disadari, interaksi sosial dan ekonomi tidak lepas dari gesekan sehingga ada masalah dalam hukum, untuk itu lembaga formal perlu dalam menyelesaikan sengketa, pengadilan menjadi kebutuhan agar ketertiban di perbatasan dapat terjaga dan kesejahteraan rakyat dapat terjaga," paparnya.

Dengan adanya pengadilan, lanjut Hatta, hak dasar masyarakat akan hukum dan hak asasi harus terpenuhi dengan baik, masyarakat harus paham dan sadar akan hak hukum, akses keadilan harus berfokus dalam sistem hukum dan dapat diakses semua orang dari berbagai kalangan.

"Keputusan yang adil harus dirasakan semua kalangan masyarakat, lembaga peradilan sebagai bagian struktur hukum memiliki peran strategis dalam pemenuhan hak dasar, perlindungan dan kepastian hukum harus didapatkan masyarakat," jelasnya.

Hatta juga memaparkan lembaga peradilan harus dapat diakses semua masyarakat. Terbentuknya pengadilan baru bukan hanya dari gedung dan wilayah, namun untuk mendekatkan akses keadilan bagi masyarakat, kondisi geografis Indonesia menjadi tantangan untuk memberikan keadilan bagi masyarakat, untuk itu badan peradilan mendekatkan diri kepada pencari keadilan.

"Banyak kendala yang dihadapi untuk akses hukum, melalui Keppres nomor 13 sampai 18 tahun 2016 sebagai dasar pembentukan Pengadilan, merupakan respons positif dari pemerataan keadilan, untuk itu 85 pengadilan bisa didirikan," kata Hatta.

"Tugas berat menanti para aparatur peradilan untuk merintis pengadilan baru, namun diyakini mereka mampu, dibutuhkan komitmen kerja sama dan kerja keras sehingga peradilan bisa berjalan dengan baik," lanjutnya.

Sementara itu Gubernur Olly juga menyampaikan terima kasih kepada Mahkamah Agung yang memilih Sulut sebagai tempat peresmian 85 pengadilan. Pemprov Sulut selalu mendukung pembangunan pengadilan, agar masyarakat dapat merasakan Keadilan, pengadilan diharapkan berfungsi dengan baik bagi masyarakat.

"Dengan adanya pengadilan di daerah pinggiran NKRI, merupakan semangat Presiden Joko Widodo dengan program Nawacita, menjadi contoh bagi semua agar keadilan hukum bagi masyarakat Indonesia bisa dirasakan secara merata," tuturnya.


Ke depan, lanjut Olly, di Sulut akan dibangun pengadilan terpadu dan pusat pendidikan pengadilan wilayah timur Indonesia. Pemprov telah menyiapkan lahan untuk pembangunan gedung tersebut.

Bupati Talaud, Sri Wahyuni Manalip menyampaikan terima kasih kepada Mahkamah Agung dan Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang datang mengunjungi Talaud.

Peresmian Pengadilan Negeri Talaud dirangkai dengan peletakan batu pertama oleh ketua MA dan Gubernur Sulut. Hadir dalam kegiatan tersebut para pejabat lingkup Mahkamah Agung pejabat eselon II lingkup Pemprov Sulut dan tamu undangan lainnya. (ega/mul)