"Pemilih pemula di Indonesia ada kurang-lebih 5 juta," kata Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Zudan Arif Fakhrulloh kepada wartawan di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Serang, Selasa (23/10/2018).
Lewat gerakan 'Indonesia sadar administrasi kependudukan', kata Zudan, ini jadi salah satu bentuk jemput bola Dirjen Dukcapil untuk memprioritaskan pemilih pemula melakukan perekaman sehingga memiliki e-KTP. Ini juga untuk mempersiapkan mereka menghadapi pemilu pada 17 April 2019.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping melakukan kegiatan sadar administrasi, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemda, dan sekolah untuk menjaring pemilih. Dengan begitu, masalah kepemilikan e-KTP bisa segera tuntas.
"Ini ada sinergi antara Dinas Pendidikan, Pemda, Dukcapil. Kita bekerja untuk menyelesaikan (masalah) bangsa ini," ujarnya.
Terakhir, Zudan mengatakan, perkiraan 5 juta pemilih pemula tersebut adalah mereka yang sudah ada dalam Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4).
Simak Juga 'Kemendagri Usul KPU, 5 Juta Pemilih Pemula Gunakan Suket':
(asp/rvk)











































