"Suaminya melakukan pembunuhan dengan menggunakan pisau dapur dan sangkur," kata Kapolsek Kunto Darussalam AKP Sihol Sitinjak kepada wartawan, Selasa (23/10/2018).
Sihol menjelaskan, peristiwa ini terjadi pada Senin (22/10) sekitar pukul 10.30 WIB di rumah korban di Desa Bangun Tujuh, Kecamatan Kunto Darussalam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pagi itu, kata Sihol, istrinya meminta uang sisa pembelian pupuk ke suaminya Supriyanto. Namun pelaku tidak bersedia memberikan uang tersebut. Alasannya, uang sisa pembelian pupuk untuk keperluan mobil.
"Karena tak diberi, korban (istri) memaki-maki sambil memukul pelaku (suami)," kata Sihol.
Suaminya emosi, lantas menyabetkan pisau sangkur dan pisau dapur ke kepala istrinya. Pisau itu juga diarahkan ke perut korban.
"Korban pun tersungkur, setelah itu pelaku masih menusukan pisau dapur ke arah leher korban. Lalu pelaku meninggalkan istrinya," kata Sihol.
Siang harinya sekitar pukul 13.30 WIB, lanjut Sihol, kedua anak korban pulang dari Pekanbaru. Mereka mendapati pintu rumahnya dalam keadaan terkunci.
"Pintu dipaksa untuk dibuka. Kedua anaknya melihat ibunya sudah tergeletak dengan bersimbah darah di ruang tamu. Dari sana kasus pembunuhan ini dilaporkan ke kita," kata Sihol.
Setelah dilakukan olah TKP, kata Sihol, diduga pelakunya suaminya sendiri. Tak lama polisi bisa meringkus pelaku.
"Hasil interogasi, pelaku mengakui telah membunuh istrinya sendiri," tutup Sihol. (cha/asp)










































