DetikNews
Selasa 23 Oktober 2018, 11:22 WIB

JK Minta Negara Islam Bersatu demi Kemajuan Ekonomi Perdagangan

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
JK Minta Negara Islam Bersatu demi Kemajuan Ekonomi Perdagangan Wapres Jusuf Kalla (JK) membuka konferensi The Islamic Chamber of Commerce Industry and Agriculture di The Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (23/10/2018). (Noval Dhwinuari Antony/detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membuka konferensi Kamar Dagang Islam untuk industri dan pertanian. JK mengingatkan kembali pentingnya ekonomi untuk kemajuan Islam.

JK secara simbolik membuka konferensi The Islamic Chamber of Commerce Industry and Agriculture di The Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (23/10/2018). Pertemuan tersebut, dinilai JK, penting di tengah berbagai masalah ekonomi dunia saat ini.

"Ini suatu hal penting dewasa ini di mana dunia mengalami masalah ekonomi perdagangan, ada trade war. Di bidang pertanian dengan akibat climate change (perubahan iklim) tentu mempunyai efek-efek yang berganda kepada banyak negara," kata JK dalam sambutannya.

Selain masalah ekonomi perdagangan, negara-negara Islam mengalami banyak masalah internal dan eksternal. Di antaranya konflik antar-negara Islam yang banyak terjadi.

Karena itu, para pengusaha dan pedagang, sambung JK, diharuskan tetap bersatu memajukan dunia Islam, khususnya di bidang ekonomi.

"Walaupun kita juga menyadari bahwa dalam perdagangan, aspek keagamaan tidak banyak dipakai. Yang penting dalam perdagangan, apa yang baik apa yang lebih murah, dan apa yang lebih cepat, tentu bagian daripada faktor penting dalam perdagangan itu," ujarnya.

Namun dunia Islam, ditegaskan JK, tetap membutuhkan solidaritas di antara para pengusaha Islam. JK bicara pentingnya perdagangan dalam menopang dunia Islam.

"Rasul (Muhammad SAW) adalah seorang pedagang, Khadijah seorang pedagang. Artinya adalah topangan pegangan kepada dunia Islam sangat penting sekali. Tanpa itu, maka kita tidak mungkin (maju). Kita berupaya berzakat, hanyalah orang yang mampu dan memberi zakat yang banyak (memberi) untuk kegiatan keagamaan," tuturnya.

Demikian halnya dengan amal jariah dalam Islam, yang dipandang JK penting untuk kebersamaan sesama muslim. Kemajuan perdaganan Islam juga didukung bagaimana melihat ke depan.

"Ke depan tentu dunia sangat dipengaruhi teknologj, sangat dipengaruhi automation, sangat dipengaruhi oleh kelompok yang punya inovasi besar. Karena itu, maka untuk majukan perdagangan, memajukan industri pertanian, kita harus punya inovasi yang baik," jelasnya.

Sementara itu, menurut JK, negara Islam memiliki tingkat kemajuan ekonomi yang berbeda-beda. Ada yang memiliki kemampuan industri, ada juga yang kurang dalam bidang teknologi dan sumber daya alam. Karena itu, dibutuhkan kerja sama yang baik antar-negara Islam.

"Karena itu, maka dalam pertemuan ini, tentu hal ini dibahas bagaimana kerja sama dapat membantu kemajuan daripada negara-negara bersama. Bagaimana kita menjalankan prinsip keagamaan yang baik," imbuhnya.

Sidang tahunan atau konferensi The Islamic Chamber of Commerce Industry and Agriculture (ICCIA) berlangsung di Jakarta mulai Senin (22/10) lalu dan hari ini. Kegiatan tersebut mengatur pertemuan B2 antara pengusaha Indonesia dan pengusaha dari negara-negara OKI (Organisasi Kerja Sama Islam).

Kegiatan ini dinilai berpotensi meningkatkan ekspor Indonesia sebesar 10 persen dalam beberapa tahun ke depan atau dua kali lipat dari tahun ini yang baru mencapai 5 persen, dengan total nilai ekspor mencapai USD 23 miliar ke negara-negara OKI.


Simak Juga '4 Tahun Jokowi-JK, Sandi Soroti Harga Sembako':

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed