DetikNews
Senin 22 Oktober 2018, 20:57 WIB

KPK Siap Hadapi Lucas yang Perbaiki Permohonan Praperadilan

Haris Fadhil - detikNews
KPK Siap Hadapi Lucas yang Perbaiki Permohonan Praperadilan Pengacara Lucas, tersangka kasus merintangi penyidikan Eddy Sindoro (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK menyebut belum ada pemberitahuan resmi dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) soal pencabutan permohonan praperadilan yang diajukan Lucas, tersangka kasus merintangi penyidikan Eddy Sindoro. Pencabutan dilakukan untuk memperbaiki permohonan.

"Tadi saya tanya ke Tim Biro Hukum, belum ada resmi dari PN Jaksel untuk memberitahukan hal tersebut. Biasa (diinformasikan) satu atau dua hari setelah pencabutan," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (22/10/2018).

Tapi KPK, ditegaskan Febri, tidak khawatir dengan maksud pencabutan praperadilan guna memperbaiki permohonan. KPK mengatakan penyidikan kasus Lucas sudah sesuai dengan aturan hukum.

"Secara hukum tidak ada yang mengkhawatirkan karena kami yakin betul secara formil penanganan kasus ini melalui tahapan-tahapan dan hukum acara yang semestinya. Dari aspek hukum tidak mengkhawatirkan sedikit pun," paparnya.

Sebelumnya, pengajuan permohonan praperadilan pengacara Lucas, tersangka kasus dugaan merintangi penyidikan Eddy Sindoro, dicabut. Pihak Lucas mencabut permohonan itu untuk memperbaiki sejumlah materi permohonan.

"Alasan mencabut permohonan praperadilan: 'Sehubungan dengan adanya perubahan dan penambahan terhadap materi permohonan praperadilan'," kata pejabat Humas PN Jaksel Achmad Guntur.



Lucas dijerat KPK atas dugaan membantu pelarian Eddy Sindoro. KPK sebelumnya memang mencari keberadaan Eddy Sindoro, yang telah ditetapkan sebagai tersangka pada 23 Desember 2016 dengan dugaan memberikan suap kepada Edy Nasution.

Edy Nasution saat itu menjabat panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Saat itu, Edy Nasution menerima uang suap dari Doddy Ariyanto Supeno sebesar Rp 100 juta pada April 2015. Dari situlah KPK mengungkap adanya 'dagang perkara' di PN Jakpus yang berturut-turut. Kini, Eddy Nasution telah divonis 8 tahun penjara.

Sementara itu, setelah kabur sekitar 2 tahun, Eddy Sindoro menyerahkan diri dan kini telah ditahan KPK. Dia mengaku siap menjalani proses hukum terkait kasusnya.




(haf/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed