DetikNews
Senin 22 Oktober 2018, 20:38 WIB

Ada Pembakaran Bendera Berkalimat Tauhid, Ini Respons PBNU

Jabbar Ramdhani - detikNews
Ada Pembakaran Bendera Berkalimat Tauhid, Ini Respons PBNU Wasekjen PBNU Masduki Baidlowi (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Video pembakaran bendera berkalimat tauhid yang diduga bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh Banser viral di media sosial. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) selaku induk Banser akan mengambil beberapa langkah terkait hal tersebut.

"Kami akan segera lakukan langkah-langkah internal organisasi bagaimana agar hal seperti itu tak terulang," kata Wasekjen PBNU Masduki Baidlowi saat dihubungi, Senin (22/10/2018).

Dia menjelaskan organisasi di bawah PBNU ada yang bersifat integral dan independen. Banser dan GP Ansor merupakan organisasi di bawah PBNU yang bersifat independen, sama seperti Muslimat NU dan Ikatan Pelajar NU (IPNU).


Meski independen, ada visi-misi yang sama dalam organisasi tersebut. Karena itu, sikap PBNU dengan Banser dan GP Ansor terkait HTI akan sama.

"Kita saat ini sedang melakukan perang ideologi dengan HTI. Karena HTI membawa ideologi lain yang dianggap NU mengancam eksistensi ideologi negara. Dan itu sangat bahaya, maka kita menghadapi dengan saksama, mulai pengurus besar sampai ranting, dan kita hadapi itu sampai kapan pun," ungkapnya.


Meski demikian, PBNU mengingatkan organisasi di bawahnya untuk tidak bertindak secara berlebihan. PBNU akan mengklarifikasi kebenaran video viral ini ke Ketum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas.

"Kalau misalnya ada bendera HTI dan tulisan syahadat, kalau itu dibakar dengan berbagai niat, misalnya dalam rangka menghormati, saya kira itu bisa dipahami sebagaimana yang diutarakan Gus Yaqut. Tapi juga menimbulkan salah paham. Akan lebih bagus kalau misalnya, ada bendera seperti amankan, serahkan ke pihak berwajib dan tidak ambil langkah yang menimbulkan langkah kontroversial," kata dia.


Masduki berharap tak ada kegaduhan lagi setelah peristiwa ini terjadi. PBNU juga akan mengingatkan kader agar tidak lagi melakukan perbuatan yang menimbulkan kontroversi lagi.

"Kita akan ingatkan, kita akan bina, kita akan bimbing, semua kader supaya anak-anak muda, anggota Ansor itu yang giat, semangatnya luar biasa. Tapi bagaimana agar tidak menimbulkan hal-hal yang kontroversial antara saudara yang satu dan yang lain," ujarnya.


Sebelumnya diberitakan, video pembakaran bendera tauhid itu viral di medsos dengan keterangan oknum anggota Banser yang membakar. Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas langsung menelusuri video tersebut.

Pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu mengatakan anggotanya melihat bendera tersebut sebagai simbol bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), ormas yang sudah dibubarkan oleh pemerintah.

"Saya sudah cek teman-teman di Garut, tempat pembakaran itu terjadi. Sudah saya tanyakan juga ke pengurus di sana, teman-teman yang membakar itu melihat bendera tersebut sebagai bendera HTI," ujar Yaqut saat dimintai konfirmasi, Senin (22/10).
(jbr/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed