Bio Farma Sediakan 54 Juta Dosis Vaksin Polio
Senin, 22 Agu 2005 17:53 WIB
Bandung -
Bio Farma menyediakan 54 Juta dosis vaksin polio untuk pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) di 32 provinsi. Rencananya, PIN tersebut akan dilaksanakan pada tahap pertama 30 Agustus 2005. Sedangkan tahap kedua 27 September 2005.Hingga saat ini, 295 balita sudah dinyatakan positif polio. Kasus terakhir balita yang terjangkit positif polio ditemukan di Sulawesi."Total kebutuhan vaksin untuk PIN nanti sekitar 74 juta dosis. Sisanya 20 juta dosis bantuannya disuplai WHO," ungkap Direktur Pemasaran PT Bio Farma, Sarifudin Sulaeman saat jumpa pers di salah satu rumah makan di Jl. Surapati, Bandung, Senin (22/8/2005).Menurut dia, saat digelar imunisasi vaksin polio sebelumnya di provinsi Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta, Bio Farma mengeluarkan vaksin polio hingga 16 juta dosis. Evaluasi pada putaran bulan Mei-Juni 2005, ada sekitar 700 bayi yang tidak kembali ikut imunisasi vaksin polio tahap kedua."Program PIN ini harus jalan. Pemberantasan polio tidak akan berhasil jika masyarakat diam saja. Jadi tidak benar bahwa vaksin polio Bio Farma ini substandar. Assesment dari WHO sudah ada. Konsumen kita diluar negeri juga tidak ada yang pernah komplain terhadap produk dari kita," ungkapnya. Saat ini permintaan vaksin polio Bio Farma di seluruh dunia mencapai 74 negara dengan kapasitas produksi vaksin polio sebanyak 3,5 miliar dosis vaksin. "Vaksin polio tidak ada efeknya. Nanti jika ada kasus efek sampingan dari kasus ini, ada lembaga KIPI yang mengawasinya. Independen. Awal September ini WHO akan kembali ke Bio Farma untuk mengecek ulang lagi," ungkapnya. KIPI yang dimaksud adalah Komite Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. Lembaga ini dibentuk Depkes untuk mengawasi pelaksanaan imunisasi. Hingga saat ini, untuk persiapan PIN serentak di 32 provinsi di Indonesia, Bio Farma sudah menyuplai sekitar 70 persen vaksin polionya.
(asy/)










































