DetikNews
Senin 22 Oktober 2018, 16:18 WIB

Keluarga Napi Teroris Ngadu ke Fadli Zon soal Prosedur Penangkapan

Zunita Amalia Putri - detikNews
Keluarga Napi Teroris Ngadu ke Fadli Zon soal Prosedur Penangkapan Keluarga napi terorisme mengadu ke Fadli Zon. (Zunita Amalia Putri/detikcom)
Jakarta - Tim Pengacara Muslim beserta sejumlah keluarga narapidana kasus terorisme mengadu ke Fadli Zon. Mereka menyampaikan soal penangkapan dan penahanan para napi yang dianggap tak sesuai prosedur.

Pertemuan itu digelar di Lantai 3 gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Senin (22/10/2018). Selain Fadli, pertemuan ini dihadiri anggota Komisi III Aboebakar Al-Habsyi serta Raden Mohammad Syafi'i.

"Tadi disampaikan ada sekitar 200-an lebih penangkapan-penangkapan yang diduga tidak sesuai dengan prosedur, tadi ada yang beberapa menyampaikan testimoni tidak mendapatkan keadilan seperti rumah sakit," kata Fadli seusai pertemuan.


"Kemudian mau mengirim baju atau pakaian dan kondisi di tahanan tadi juga disampaikan, ada yang mereka kondisinya di dalam makin lama makin buruk," imbuhnya.

Pertemuan berlangsung tak lebih dari satu jam. Menurut Fadli, dilaporkan juga soal penangkapan terduga teroris yang berniat melaksanakan pengeboman saat event Asian Games.

"Kemudian juga ada yang melaporkan tadi dari istri salah seorang di dari guru di Ciseeng yang diduga mau membuat satu bom drone terkait dengan pelaksanaan satu event Asian Games yang tidak pernah terjadi peristiwanya, tidak pernah ada kejadiannya, tapi tiba-tiba ditangkap begitu saja," jelas Fadli.

Keluarga Napi Teroris Ngadu ke Fadli Zon soal Prosedur PenangkapanFoto: Zunita Amalia Putri/detikcom
"Seorang guru dari sekolah negeri dari daerah Ciseeng, Kabupaten Bogor. Itu tidak melalui proses yang transparan apa penyebabnya," sambungnya.

Anggota Komisi III Raden Mohammad Syafi'i, yang juga hadir dalam pertemuan tersebut, berjanji akan mengecek kebenaran laporan mengenai dugaan ketidakbenaran prosedur tersebut.

"Ini kalau benar ya dan kita akan investigasi," ucapnya.


Wakil Ketua Dewan Pembina Tim Pengacara Muslim Achmad Michdan berharap DPR memberikan perhatian dan melakukan pengawasan terkait perlakuan polisi terhadap terduga teroris.

"Melalui Komisi III maupun DPR yang diwakili oleh Pak Fadli Zon supaya memberikan perhatian bahwa setidak-tidaknya lembaga pengawasan terhadap institusi yang punya seperti keluarbiasaan sehingga hak-hak napi dan tersangka harus ada pengawasannya. Oleh karena itu, kami datang kemari untuk meminta supaya ada pengawasan yang mengarah kepada penegakan hukum yang benar dan berkeadilan," tuturnya.


Saksikan juga video 'Begini Cara Polisi Lumpuhkan Napi Teroris di Mako Brimob':

[Gambas:Video 20detik]


(zap/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed