Kemendes Kaji Model Pembangunan Desa yang Inovatif

Kemendes Kaji Model Pembangunan Desa yang Inovatif

Rizki Ati Hulwa - detikNews
Senin, 22 Okt 2018 15:44 WIB
Kemendes Kaji Model Pembangunan Desa yang Inovatif
Foto: Dok Kemendes
Jakarta - Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mencari model dan pendekatan inovatif dalam pembangunan dan pengembangan masyarakat perdesaan.

Melalui Bagian Kerja sama Luar Negeri pada Biro Humas dan Kerja sama, Kemendes menyelenggarakan kegiatan sharing pengetahuan dan pengalaman dalam membangun masyarakat pedesaan yang inovatif bersama perwakilan negara-negara di Asia yang tergabung dalam Asian Productivity Organization (APO). Kegiatan ini dilaksanakan di Yogyakarta pada 22 - 26 Oktober 2018.


"Dalam beberapa hari ke depan, kita akan berdiskusi mengenai model dan pendekatan inovatif dalam pembangunan dan pengembangan masyarakat perdesaan kita," ujar Kepala Biro Humas dan Kerja sama Bonivasius Prasetya Ichtiarto, Senin (22/10/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kegiatan yang dikemas dengan tema Workshop on Innovative Rural Community Development Models itu dihadiri 14 negara anggota sebagai peserta dan menghadirkan narasumber dari 3 negara yaitu Korea, Jepang dan New Zealand.

Bonivasius mengatakan bahwa dalam tiga tahun terakhir, Indonesia sudah mengkaji, mencoba dan menerapkan sejumlah model terobosan yang ternyata cukup sukses dalam pengembangan komunitas pedesaan di Tanah Air.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Alternate National Productivity Organization (NPO) Kunjung Masehat mengatakan bahwa hadirnya era industri 4.0 merupakan tantangan bagi kita semua dalam proses pengembangan masyarakat perdesaan.

"Ini adalah tantangan bagi kita semua, bagaimana kita memanfaatkan teknologi untuk pengembangan masyarakat pedesaan. Untuk itu, di forum ini kita akan melakuan sharing pengalaman, bagaimana globalisasi telah mempengaruhi model pembangunan di negara masing-masing," paparnya.

Sementara itu, Project Manager APO Jisoo Yun berpesan agar workshop ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

"Dengan latar belakang budaya, pengalaman dan aspek yang berbeda dalam membangun di negaranya, ini akan menjadi bahan yang menarik untuk berdiskusi di sini," katanya.


Sekedar informasi, APO merupakan organisasi kerja sama multilateral. Organisasi ini bergerak dalam bidang program peningkatan produktivitas dan Indonesia sendiri bergabung menjadi anggota APO sejak tahun 1968.

Saat ini, anggota APO berjumlah sekitar 20 negara. Negara-negara tersebut adalah Indonesia, Pakistan, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Bangladesh, Kamboja, China, Fiji, Hong Kong, India, Iran, Jepang, Korea, Laos, Malaysia, Mongolia, Nepal, Thailand dan Vietnam.

Baca berita lainnya mengenai Kemendes PDTT di sini. (ega/idr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads