DetikNews
Senin 22 Oktober 2018, 15:39 WIB

Dana Kelurahan Dikritik, Timses Jokowi Balas Sindir 'Pete di Rambut'

Samsdhuha Wildansyah - detikNews
Dana Kelurahan Dikritik, Timses Jokowi Balas Sindir Pete di Rambut Sandiaga saat 'pakai' pete di rambut (Foto: Dian Firmansyah)
Jakarta - Cawapres Sandiaga Uno mengatakan masyarakat pasti bertanya apakah 'ada udang di balik batu' terkait program Dana Kelurahan Presiden Joko Widodo yang akan diluncurkan di tahun politik. Timses Jokowi balik menyindir komentar Sandiaga itu.

"Presiden itu jabatan politis. Jadi wakil gubernur DKI itu juga jabatan politis. Saya anggota DPR itu juga jabatan politis. Kenapa sih hrus menjelek-jelekkan politik. Wong nyatanya juga hidup juga dari politik. Dan butuh keputusan politik untuk melahirkan dana desa dan kelurahan," kata anggota Timses Jokowi, Budiman Sudjatmiko kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/10/2018).



Budiman menganalogikannya sebagai persaingan antarperusahaan. Dia heran bila ada satu perusahaan yang kreatif lalu dituding cari untung oleh perusahaan lain.

"Justru cari untungnya jangan merusak banyak orang. Kalau nyari keuntungan politiknya dengan merusak kecerdasan orang, menyebar hoax, boleh dikritik. Melahirkan pahlawan palsu karena kekurangan pahlawan, kekurangan masa lalu, masa depan, akhirnya bersikap masa bodoh terhadap nasib bangsa, terhadap kecerdasan dan kewarasan bangsa," ungkap politikus PDIP ini.

"Operasi plastik malah dianggap dianiaya. Yang itu nggak mau dikritik. Yang jelas-jelas dampaknya merusak kewarasan bangsa. Malah sibuk membela diri," sambung Budiman.

Budiman Sudjatmiko / Budiman Sudjatmiko / Foto: Grandyos Zafna


Menurut Budiman, kebijakan dana kelurahan tersebut bisa memajukan kesejahteraan warga. Dia pun heran melihat program itu disindir.

"Ini ada sebuah kebijakan yang audah jelas memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa eh disindir. Ini gimana? Jadi menurut saya, apa yang disampaikan Pak Sandi tidak gentle, tidak fair. Menggelikan bagi saya," ucapnya.

"Kenapa pasang pete di rambut dan anggapan tempe setipis kartu ATN dianggap lebih keren lebih unggul dibanding dana kelurahan yang akan mensejahterakan kelurahan. Iri sih boleh tapi jangan dengki. Kalau iri bagus, kalau dengki anda hanya ingin lihat orang lain susah," tutup Budiman.



Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi menjanjikan akan mengeluarkan kebijakan Dana Kelurahan dan Dana Operasional Desa pada 2019. Sandiaga Uno mempertanyakan niat di balik kebijakan tersebut.

"Apa saja program, kalau niatnya untuk membantu masyarakat, terlepas timing-nya kapan, itu harus diapresiasi. Tapi kalau misalnya di tahun politik, di 2019 ini, pasti masyarakat bisa menilai sendiri, apakah ini ada udang di balik batu atau apakah ini sebuah program yang memang dicanangkan sebelumnya," kata Sandiaga di Jalan Jenggala II Nomor 9, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (21/10).


Simak Juga 'Fadli Zon Setuju Program Dana Kelurahan Jokowi, Tapi...':

[Gambas:Video 20detik]



(imk/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed