"Justru ingatkan, momentum penting, media penting, logistik (money) penting. Kami gunakan ini secara efektif dan efisien," ucap Johnny kepada wartawan di kantor Lemhannas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (22/10/2018).
Baca juga: LSI: Minus 3M, Prabowo Sulit Mengejar Jokowi |
Masalah momentum, timses Jokowi akan tetap menyosialisasi pencapaian kinerja pemerintahan Jokowi kepada masyarakat. Pencapaian yang dilakukan Jokowi, katanya, harus diteruskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam hal media massa, timses Jokowi akan menggunakan media massa dengan cara bijak. Termasuk juga soal logistik atau dana kampanye.
"Menggunakan media dengan tanggung jawab, baik itu media mainstream maupun elektronik, maupun cetak, maupun media sosial. Kita perlu kedewasaan di media sosial, menjadi media yang punya sumbangsih positif bagi demokrasi, jangan terbalik," kata Johnny.
"Logistik pun juga. Kita gunakan dalam penyelenggaraan kampanye dan pemilu yang efisien. Kami yakini kami lakukan dengan baik," ucapnya.
Selain itu, terkait kemenangan dalam survei LSI Denny JA yang mencapai 20 persen, Johnny mengatakan hal itu adalah buah dari kepuasan masyarakat.
"Kalau saat ini kita tahu kepuasan publik terhadap kinerja kabinet Pak Jokowi di kisaran lebih dari 63 sampai 70 persen. Kepuasan ini sejalan dengan elektoral," kata Johnny.
Sebelumnya, LSI Denny JA menyebut Prabowo Subianto sulit mengejar elektabilitas Joko Widodo menjelang pilpres. Petahana, kata dia, punya banyak kelebihan yang sulit disalip penantang tanpa upaya serius. '3M' jadi faktor utama, yaitu momentum, media, dan money.
Saksikan juga video 'LSI Denny JA: Suara Jokowi Ungguli Prabowo di Semua Pulau':
(aik/idh)











































