DetikNews
Senin 22 Oktober 2018, 13:05 WIB

Asal-usul Dana Kelurahan Bikin Geger Tahun Coblosan

Ray Jordan, Farhan - detikNews
Asal-usul Dana Kelurahan Bikin Geger Tahun Coblosan Presiden Joko Widodo (Foto: dok. BPMI)
Jakarta - Kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal Dana Kelurahan bikin heboh karena dikeluarkan di tahun coblosan. Jokowi mengaku kebijakan ini diambil karena banyak mendapat keluhan terkait dana untuk tingkat kelurahan.

"Tahun depan akan ada dana kelurahan. Karena banyak yang tanya ke saya, 'Pak ada Dana Desa, untuk kelurahan bagaimana Pak?' Ya sudah, tahun depan akan ada Dana Kelurahan," kata Jokowi di Kuta Selatan, Badung, Jumat (19/10).


Kebijakan ini menimbulkan pro-kontra. Tapi bagaimana asal-usul kebijakan ini sebenarnya?

Dari catatan detikcom, dana desa diusulkan para wakil kota yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI). Menemui Presiden Jokowi di Istana Bogor, para wali kota ingin ada dana seperti Dana Desa.

Wali Kota Tangerang Selatan yang juga Ketua APEKSI Airin Rachmi Diany mengatakan para wali kota menyampaikan permohonan agar tatanan pemerintah kota, yakni kelurahan juga diberi dana seperti Dana Desa. Adanya Dana Kelurahan dinilai akan sangat membantu mengatasi problematika yang terjadi di perkotaan.


"Jadi pada intinya yang pertama adalah tentang Dana Kelurahan. Jadi selama ini dana desa sudah ada, tetapi Dana Kelurahan tidak ada. Padahal persoalan perkotaan juga kompleks baik itu kemacetan, kriminalitas dan lainnya. Bahkan kemiskinan. Kalau tidak ditangani dengan baik, bahkan kriminalitas bisa tinggi. Sehingga kami meminta ke Bapak Presiden sebagai pembuat kebijakan bahwa bantuan keuangan tidak hanya untuk desa saja tapi untuk kelurahan," kata Airin di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (23/7/2018).

Terkait Dana Kelurahan yang diminta, para wali kota menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah pusat untuk menemukan formula yang tepat agar regulasi maupun mekanisme penggunaannya nanti tidak tumpang tindih.

"Formulanya kami serahkan kepada pusat seperti apa. Tetapi yang terpenting kan kalau dana desa itu di kepala desa masing-masing. Kita sih hanya melihat bahwa kepada ada anggaran yang masuk ke desa, dan kita juga berharap ada anggaran yang masuk ke kelurahan. Skema seperti apa, mekanismenya seperti apa bisa dilakukan," kata politikus Partai Golkar ini.


Jokowi menindaklanjuti aduan para wali kota soal butuh ada Dana Kelurahan. Dua hari setelah para wali kota datang ke Istana Bogor, Jokowi mengatakan wacana Dana Kelurahan sedang digodok.

"Ini juga masih dalam proses penggodokan 'dana kelurahan'," ujar Jokowi usai menghadiri acara launching peningkatan kapasitas pemerintahan desa di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Rabu (25/7).

Jokowi bercerita usulan itu disampaikan padanya saat pertemuan dengan Apeksi di Istana Bogor, Senin (23/7).


"Pak, desa diberi dana desa kok kelurahan tidak diberi dana kelurahan," ucap Jokowi menirukan permintaan dari para wali kota.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Arya Bima mengatakan kebijakan Dana Kelurahan sudah ditunggu-tunggu. Menurutnya, Dana Kelurahan penting untuk pengelolaan daerah tingkat kota.

"Dana kelurahan sangat penting untuk menyelesaikan persoalan di daerah perkotaan seperti kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan ekonomi yang kemudian bisa meledak dan mengancam stabilitas nasional. Anggaran untuk kelurahan juga penting untuk kelola tren urbanisasi dengan baik," kata Bima Arya, saat diwawancara wartawan, Minggu (21/10) kemarin.


Terkait polemik pencairan anggaran untuk kelurahan di tahun politik, Bima menyebut hal itu dapat diantisipasi dengan pola perencanaan yang baik dan pengelolaan yang tepat tepat sasaran. Bima yang juga Wakil Ketua APEKSI itu menyambut baik rencana adanya Dana Kelurahan.

"Kami sambut baik. Tinggal pelaksanaannya saja yang harus diiringi dengan aspek perencanaan yang tepat agar tepat sasaran dan pengawasan secara bersama-sama agar semua tetap sesuai dengan aturan," kata politisi PAN itu.


Simak Juga 'Soal Dana Kelurahan Jokowi, Sandi: Ada Udang di Balik Batu?':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed