Tanah Terbelah Sepanjang 20 Meter Resahkan Warga Depok

Tanah Terbelah Sepanjang 20 Meter Resahkan Warga Depok

Matius Alfons - detikNews
Senin, 22 Okt 2018 10:24 WIB
Tanah Terbelah Sepanjang 20 Meter Resahkan Warga Depok
Tanah retak di Depok bikin resah warga. (Matius Alfons/detikcom)
Depok - Fenomena tanah terbelah di lapangan bola Kampung Kedurenan, Depok, meresahkan warga sekitar. Tanah di daerah tersebut merekah dengan panjang sekitar 20 meter.

Pantauan detikcom, pukul 09.30 WIB, banyak warga datang ke lokasi melihat rekahan tanah karena resah atas fenomena ini. Lubang di tanah yang terbelah itu terlihat cukup dalam. Terlihat akar-akar tumbuhan di dalam tanah yang terbelah itu.


Ketua RT 02 RW 02, Endang Suherman, mengatakan tanah tersebut sudah retak sejak Sabtu (20/10) lalu sebelum hujan besar. Retakan jadi makin besar ketika turun hujan deras. Kejadian ini cukup meresahkan warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya jadi awalnya ketika hujan besar petir ya itu Sabtu, jam 14.00 WIB, saya melihat di lapangan ini ada keramaian, kemudian kejadiannya ini tanah terbelah," kata Endang saat ditemui di lapangan bola Kampung Kedurenan, Cisalak Pasar, Cimanggis, Depok, Senin (22/10/2018).

Ketua RT 02/02 mengatakan tanah itu retak sejak Sabtu (20/10)Ketua RT 02 RW 02 mengatakan tanah itu retak sejak Sabtu (20/10). (Matius Alfons/detikcom)

"Lalu ada hujan besar dan membuat retakannya itu lebih besar, nah air genangan banjir banyak di lapangan lalu membuat retakannya jadi besar begini," tambahnya.


Endang bersama warga sempat mengukur panjang retakan sampai 20 meter dengan kedalaman retakan yang bervariasi. "Kedalaman bervariasi, dari 30 cm, 1 meter, sampai 1,5 meter," ucapnya.

Dia mengatakan tak ada rumah warga yang rusak akibat kejadian ini. Saat peristiwa terjadi, tak ada getaran yang dirasakan warga.

Endang memastikan sampai saat ini tidak ada kerusakan terhadap rumah warga dan saat kejadian tidak ada getaran yang dirasakan warga. Saat ini sejumlah pegawai PNS Pemkot Depok datang ke lokasi untuk mengecek tanah yang merekah tersebut.


"Anak-anak juga yang biasanya main bola, nah syukurlah nggak ada yang main saat kejadian," ujar Endang.

"Nggak bisa jelaskan (fenomena ini), yang bisa menjelaskan dinas-dinas terkait aja," sambungnya. (jbr/jbr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini