detikNews
Senin 22 Oktober 2018, 08:35 WIB

ATM Dicuri di Kuta Utara, Duit WN Aussie Puluhan Juta Raib

Aditya Mardiastuti - detikNews
ATM Dicuri di Kuta Utara, Duit WN Aussie Puluhan Juta Raib
Denpasar - Seorang turis asal Australia Stephen Anderson (61) menjadi korban pencurian ATM di daerah Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, Bali. Akibatnya duit senilai Rp 22,8 juta di rekening pun raib.

Peristiwa itu bermula saat korban pada Rabu (16/10) mendapatkan SMS notifikasi telah bertransaksi senilai Rp 22,8 juta. Sementara hari sebelumnya, korban merasa hanya melakukan transaksi menukar uang di money changer.

"Jumat (19/10) tim opsnal mengamankan dan menginterogasi pelaku I Nengah Winaya, pemilik money changer. Dari pengembangan pada hari yang sama tim juga mengamankan pelaku kedua yakni I Made Juniarta," kata Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara Iptu Androyuan Elim kepada wartawan, Senin (22/10/2018).

Andry mengatakan dari pemeriksaan kedua tersangka mengakui perbuatannya. Kepada polisi, I Nengah Winaya mengakui telah mengambil kartu debit korban yang disimpan dalam dompetnya.

"Pelaku 1 mengaku mengambil kartu debit korban dengan cara dijatuhkan pakai jari pelaku, saat korban fokus menghitung uang. Kemudian pelaku 1 menelepon pelaku dua (I Made Juniarta) untuk mencairkan uang yang ada di kartu ATM debit korban dan bertemu di Jl Sunset Road," terangnya.

Andry menjelaskan untuk mencairkan uang tersebut, kedua tersangka kemudian mengajak seorang warga negara asing yang kini menjadi DPO. Mereka kemudian berbelanja ke sebuah toko pakaian di Jl By Pass Ngurah Rai untuk digunakan bertransaksi.

"Pelaku 1 dan 2 serta WNA tersebut bersama-sama menuju toko pakaian merek Polo di Jl By Pass Ngurah Rai, dan di sanalah kartu debit korban digunakan transaksi dengan membeli beberapa pakaian. Dari pengakuan pelaku 2, pada Jumat (19/10) pelaku 2 sempat mengambil fee dari hasil transaksi tersebut sebesar Rp 6 juta," urai Andry.

Andry menambahkan bule tersebut diduga sebagai jaringan para pelaku. Perannya menggunakan kartu debit korban untuk berbelanja.

"DPO Bule yang belanja inisial B. Jadi kita curigai bulenya satu jaringan sama mereka, alias sudah biasa melakukan. Perannya setelah dapat kartu bulenya yang pergi belanja untuk gesek," ucapnya.

"Jadi bule (B-DPO) ini disuruh belanja banyak-banyak di Polo sampai total belanja Rp 22,8 juta. Kemudian pelaku mengaku itu tamu bule yang dia bawa dan sarankan belanja di Polo, dengan tujuan mendapatkan fee (komisi)," tutur Andry.
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed