Warga India akan Digantung, Keluarganya Ancam Bunuh Diri
Senin, 22 Agu 2005 14:58 WIB
Jakarta - Seorang warga India divonis hukuman mati di Pakistan atas dakwaan spionase. Keluarga pria itu mengancam akan melakukan bunuh diri jika dia sampai dieksekusi.Keluarga Sarabjit Singh telah menulis surat kepada Presiden India Abdul Kalam dan Perdana Menteri Manmohan Singh, isinya meminta kedua pemimpin itu untuk mengintervensi vonis pengadilan tersebut. Mereka bahkan juga telah mengirim surat kepada Presiden Pakistan Pervez Musharraf untuk mengampuni jiwa Singh.Demikian diungkapkan saudara perempuan Singh, Dalbir Kaur, seperti diberitakan AFP, Senin (22/8/2005). Dikatakan Kaur, dia telah ditelepon oleh pengacara asal Pakistan, Rana Abdul Hamid, yang memastikan soal hukuman mati itu.Keluarga Singh bersikeras bahwa pria itu tidak bersalah. "Kami memohon Presiden India Abdul Kalam, Perdana Menteri Manmohan Singh dan semua orang sebangsa untuk mengembangkan upaya guna menyelamatkan nyawa saudara saya Singh yang tidak bersalah," tukas Kaur kepada saluran berita NDTV India.Seorang anak perempuan Singh, Swapandip, menuturkan, dia sekeluarga akan bunuh diri jika ayahnya itu benar-benar digantung. "Kami sudah kehilangan semua harapan. Jika dia dieksekusi, kami semua akan bunuh diri," cetus remaja itu.Singh, warga desa Bikhiwind di perbatasan India utara, menghilang pada Agustus 1990 lalu. Menurut Kaur, Singh kelihatannya secara tidak sengaja telah menyeberang masuk ke perbatasan India dan Pakistan. Begitu sampai di Pakistan, Singh dituduh sebagai agen mata-mata Research and Analysis Wing (RAW), badan intelijen eksternal India. Dia pun ditahan karena dituduh mendalangi serangkaian ledakan bom di kota Lahore, Pakistan utara.Pengadilan tinggi Pakistan yang mengidentifikasi Singh sebagai agen RAW bernama Manjit Singh, telah memvonis hukuman mati bagi pria itu. Vonis yang sama dijatuhkan oleh Mahkamah Agung Pakistan pada pekan lalu.Dalam suratnya kepada Presiden Musharraf, Kaur menegaskan bahwa Singh hanyalah korban permusuhan antara Pakistan dan India. "Kami punya semua catatan, termasuk sertifikat kelahiran, kartu identitas yang menunjukkan nama saudara saya itu adalah Sarabjit Singh, bukan Manjit Singh," tegas Kaur.
(ita/)











































