DetikNews
Minggu 21 Oktober 2018, 14:03 WIB

Pelapor Tanggapi Ma'ruf: Gestur SBY Beda dengan Pose 1 Jari Luhut

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Pelapor Tanggapi Maruf: Gestur SBY Beda dengan Pose 1 Jari Luhut Foto: Pelapor Luhut dan Sri Mulyani (Dwi Andayani/detikcom).
Jakarta - Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin menyinggung gestur Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat dimintai tanggapan mengenai pose 1 jari Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menkeu Sri Mulyani yang berujung laporan Bawaslu. Pelapor Luhut dan Sri Mulyani angkat bicara mengenai pernyataan Ma'ruf.

"Kalau itu (gestur biacara SBY) kebiasaan Pak SBY, tanda keseriusan beliau dalam menyampaikan sesuatu," ujar pelapor Luhut dan Sri Mulyani, Dahlan Pido saat dikonfirmasi via WhatsApp, Minggu (21/10/2018).

"Tapi beda apa yang terjadi di Bali karena Bu Sri Mulyani mengoreksi Pak Luhut untuk disampaikan ke Direktur Pelaksana IMF yang bilang 'not dua, not dua', padahal awalnya biasa-biasa saja," imbuhnya.


Menurut Dahlan, insiden pose 1 jari itu menjadi tanda keberpihakan. Dia menyebut Luhut yang sempat berpose 10 jari malah jadi 1 jari.

"Pak Luhut dari 10 jari jadi satu dan Direktur Pelaksana IMF dua viktor tanda perdamaian yang menjadi ajang pose satu jari tanda keberpihakan," katanya.

Sebelumnya, Ma'ruf meminta pose satu jari atau semacamnya harus dilihat konteksnya secara jelas. Mantan wantimpres era SBY ini menyebut SBY juga sering memeragakan pose satu jari sambil mengacungkan telunjuk.

"Pak SBY tuh sering ngomong begini-begini (nunjukin gestur nunjuk) apa itu kampanye juga? Belum tentu orang begini (nujukin jari) itu kan kampanye. Kalau orang tahiyat akhir, Asyhadu alla illaha illallah, orang kan pasti nunjuknya satu," kata Ma'ruf di kediamannya, Jalan Lorong, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (20/10).

Sedangkan Luhut tidak mempersoalkan pelaporan dirinya ke Bawaslu tersebut. "Ya nggak apa-apa, kan Indonesia nomer satu," kata Luhut saat dimintai tanggapan di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (20/10/2018).


Luhut menegaskan, pose satu jarinya itu bukan untuk mengkampanyekan salah satu peserta Pilpres 2019. "Nggak ada (maksud kampanye)," jelasnya.

Sri Mulyani, yang ikut jadi sorotan, melalui Kementerian Keuangan juga telah menepis pose tersebut sebagai bagian dari kampanye.

"Kami rasa tindakan yang dilakukan oleh Menteri Keuangan tidak memenuhi kriteria atau definisi dari kampanye pemilu menurut UU Pemilu," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Nufransa Wira Sakti kepada detikcom, Kamis (18/10).


Simak Juga 'Luhut dan Sri Mulyani Diminta Berhati-hati Pose 1 Jari':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed