DetikNews
Sabtu 20 Oktober 2018, 22:01 WIB

PKS Bicara Ekonomi Sulit dan Analogi Dua Istri dari NasDem

Bagus Prihantoro Nugroho, Ahmad Bil Wahid - detikNews
PKS Bicara Ekonomi Sulit dan Analogi Dua Istri dari NasDem Foto: Presiden PKS Sohibul Iman. (dok. PKS)
Jakarta - Presiden PKS Sohibul Iman menilai ekonomi saat ini semakin sulit membuat masyarakat atau suami-istri cemberut. NasDem tak sepakat. Menurut NasDem, yang bikin cemberut jika istri lebih dari satu sementara penghasilan cuma untuk satu istri.

Sohibul bicara soal kondisi ekonomi saat menemui komunitas UMKM di Tangerang Selatan bersama cawapres Sandiaga Uno. Sohibul menyebut daya beli masyarakat rendah.

"Kami sangat tahu kondisi perekonomian saat ini semakin sulit, daya beli masyarakat juga semakin rendah, harga-harga makin naik. Bapak-Ibu sekalian, mudah-mudahan nanti senyumnya semakin lebar kembali. Sekarang saya lihat banyak yang senyumnya kurang lebar," kata Sohibul di Adin House, Pamulang, Tangsel, Sabtu (20/10/2018).


Dia lalu menyinggung keberadaan Sandiaga yang menemui warga di tempat itu. Sohibul menyebut warga yang datang bisa tersenyum meski di rumah mereka cemberut pada pasangannya.

"Sehingga yang mungkin di rumah sebetulnya sedang cemberut, di sini bisa senyum lebar. Tapi saya melihat ini senyum lebarnya hanya karena ketemu Bang Sandi, padahal sesungguhnya karena perekonomian yang sulit Bapak-Ibu sekalian di rumah saling cemberut antara suami dan istri," ujarnya.

Menanggapi itu, Ketua DPP NasDem Irma Suryani berbicara tentang jumlah istri dan penghasilan. "Yang bikin cemberut kalau istri lebih dari satu, sementara penghasilan cuma satu," kata Irma saat dimintai tanggapan detikcom.


Irma tak menuding siapa pun dalam tanggapannya ini. Dia hanya mengasosiasikan jumlah istri dengan pengeluaran dapur.

"Jelas saja cemberut kalau istri lebih dari satu! Penghasilan (untuk) satu dapur banyak. Kalau cuma satu dapur, dijamin tidak ada masalah, he-he-he...," ujar dia.

Pengusaha katering itu lalu memaparkan harga sejumlah kebutuhan dapur per hari ini. Data itu dia dapatkan dari Pasar Palmeriam, Jakarta Timur.

"Cabai 1 kg Rp 26 ribu, bawang merah 1 kg Rp 22 ribu, bawang putih 1 kg Rp 23 ribu, telur 1 kg Rp 22 ribu, ikan 1 kg Rp 30 ribu, ayam Rp 35 ribu per kg, daging 1 kg Rp 120 ribu," papar Irma.


Ikan yang dia maksud adalah jenis mujair, nila, ekor kuning, tongkol, dan bandeng, sedangkan cabai adalah cabai keriting. Selain itu, dia menyebutkan harga beras mulai dari Rp 9.000, Rp 10 ribu, dan Rp 12 ribu.
(idh/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed