DetikNews
Sabtu 20 Oktober 2018, 17:07 WIB

Mengapa Perlu Belajar Dari Tsunami Aceh

Pasti Liberti - detikNews
Mengapa Perlu Belajar Dari Tsunami Aceh Foto: Dimas Ardian / Getty Images
Jakarta -

Kurang lebih sebulan setelah tsunami melumat wilayah sepanjang pantai barat Aceh, Kuntoro Mangkusubroto mendapat undangan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kuntoro, mantan Menteri Pertambangan periode 1998-1999, diminta datang ke rumah dinas Wakil Presiden.

Kuntoro sudah mendengar selentingan kabar bahwa dia dicalonkan untuk memimpin proses pemulihan Aceh setelah tsunami. "Saya mendengar kabar itu dari Sri Mulyani," kata Kuntoro seperti dikutip buku Kisah. Saat itu Sri Mulyani menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas. Ternyata betul, Jusuf Kalla mengundang Kuntoro untuk membahas pemulihan Aceh sekaligus menawarkan jabatan sebagai kepala proyek besar itu.

"Bagi saya, tawaran ini merupakan kehormatan, tapi saya memerlukan proteksi politik," kata Kuntoro. Jusuf Kalla memotong, "Maksud Anda?" Menurut Kuntoro, pemulihan Aceh - saat itu Aceh juga masih merupakan daerah konflik - merupakan pekerjaan luar biasa sulit. Lantaran itu lah Kuntoro meminta sesuatu. "Apa pun lembaga yang nanti akan saya pimpin, perlu dibentuk berdasarkan Undang-undang." Dia juga meminta agar lembaga itu bertanggungjawab langsung kepada Presiden.

Baca juga di DetikX, Tsunami Datang, Pergi, dan Dilupakan

Bukan syarat yang gampang. Menerbitkan Undang-undang bukan perkara gampang dan pasti butuh waktu panjang. Sementara pemulihan Aceh setelah operasi tanggap darurat usai, tak bisa ditunda lagi. Dua pekan setelah bertemu Jusuf Kalla, Kuntoro diminta menghadap Presiden Yudhoyono. Urusannya ternyata hal yang sama. Kuntoro tetap meminta syarat Undang-undang sebagai payung hukum pemulihan Aceh.

"Saya juga perlu posisi setingkat menteri," ujar Kuntoro. Dia juga minta diberi keleluasaan merekrut orang, termasuk menentukan besar gajinya. Pekerjaan luar biasa besar dan sulit seperti rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh tak mungkin bisa digarap cepat jika 'sang komandan' tak punya wewenang besar. Dalam diskusi berikutnya, Sri Mulyani juga mengusulkan agar lembaga itu tak hanya 'sekadar' mengkoordinasi, tapi juga sebagai pelaksana.

Bagaimana pengalaman BRR menghidupkan kembali Aceh, baca selengkapnya di DetikX, Pelajaran Dari Tsunami Aceh


T
onton juga video 'Melihat dari Dekat Bukti Bencana Alam Tsunami Aceh 2004':

[Gambas:Video 20detik]


(pal/sap)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed