Hanum Rais Dilaporkan ke PDGI, Sandiaga: Jangan Dipolitisasi

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Sabtu, 20 Okt 2018 16:50 WIB
Foto: Sreenshot video Hanum Rais bersama Ratna Sarumpaet.
Jakarta - Cawapres Sandiaga Uno mengomentari Hanum Rais yang terancam sanksi akibat dilaporkan ke Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) terkait hoax Ratna Sarumpaet. Sandiaga meminta semua tak dikaitkan dengan masalah politik.

"Saya ingin kita punya fokus mempersatukan kampanye ini jangan terlalu memecah-belah jadi tentunya kewenangan itu ada di masing-masing organisasi. Tapi saya berharap jangan semua kegiatan itu terpolitisasi. Kita life need to move on as usual," kata Sandiaga di Komplek PJMI, Tangsel, Sabtu (20/10/2018).


Sandi membahkan, politisasi terhadap setiap masalah bisa membuat masyarakat terpecah-belah. Dia menilai hal itu membuat masyarakat tak mampu dalam bersaing.

"Kalau semuanya dibawa ke ranah politik semua akan terpecah belah. saya nggak memiliki kompetensi, saya tidak ingin berkomentar tapi saya harapkan kita lebih dingin, jangan sampai kita terpecah belah, bersatu aja kita belum tentu berdaya saing apalagi kalau terpecah belah," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Hanum dilaporkan ke PDGI karena tweetnya soal hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet. Sebenarnya tidak ada aturan yang harus ditaati seorang dokter gigi dalam menggunakan media sosial termasuk Twitter.


"Kalau aturannya (dokter ngetweet) enggak ada. Tapi yang jelas, kasus ini kan di kode etik (diatur) seorang dokter gigi harus mengutamankan martabat di dalam organisasi profesi. Itu yang nantinya akan diperdalam," ujar salah satu anggota Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Gigi (MKEKG) Pengwil PDGI DIY, Iwan Dewanto, saat dihubungi wartawan, Jumat (19/10/2018).

Sebelum sidang dilaksanakan, Iwan enggan berspekulasi soal sanksi yang mungkin diterima Hanum. Namun apabila disidang etik Hanum terbukti melakukan pelanggaran berat, bukan tidak mungkin anak dari Amien Rais ini dikeluarkan dari organisasi. (abw/hri)