DetikNews
Sabtu 20 Oktober 2018, 07:55 WIB

Anies-Walkot Bekasi Tegang, Bagaimana Nasib Ribuan Ton Sampah DKI?

Indra Komara - detikNews
Anies-Walkot Bekasi Tegang, Bagaimana Nasib Ribuan Ton Sampah DKI? Truk sampah DKI (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - Polemik penghentian truk sampah DKI yang masuk ke Bekasi jadi masalah serius. Kalau ini tak lekas segera diselesaikan Gubernur DKI Anies Baswedan dan Walkot Bekasi, mau di kemanakan sampah DKI?

Berdasarkan data Dinas Kebersihan DKI Jakarta pada awal Januari tahun 2018, ada ribuan ton sampah dihasilkan Ibu Kota. Sampah itu diangkut oleh 1.200 truk sampah ke tempat pembuangan akhir.


Banyak sampah DKI diarahkan ke TPST Bantargebang di Bekasi. Masalah muncul saat Wali Kota Bekasi menghentikan hal tersebut. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (Pepen) mengkonfirmasi bahwa salah satu alasan dihentikannya truk sampah karena dana hibah yang belum diselesaikan Pemprov DKI.

"Saya kira kalau nggak ada keputusan akan berlanjut. Itu kan ada kontrak perjanjian bersama yang harus dipahami. Kalau tidak dipenuhi, jangankan lagi dihentikan, ditutup juga bisa," kata Pepen, Jumat (19/10).

Menurut Pepen, dana hibah diperlukan di antaranya untuk membiayai proses-proses pengelolaan sampah yang apabila tidak dilakukan bisa berdampak ke lingkungan.

"Terus ada kemitraan yang harus dibantu apa saja. Kalau tidak diberikan, ya nggak usah ada kerja sama," imbuh Pepen.


Gubernur DKI Anies Baswedan menegaskan pihaknya akan menunaikan semua kewajiban ke Pemda Bekasi. Menurut Anies, Pemprov DKI telah membayar kewajiban sejak Juni 2018.

"Intinya adalah kita akan menunaikan semua yang menjadi kewajiban, dan sebenarnya semua yang di dalam kesepakatan sudah dijalankan sejak bulan Juni," kata Anies, Jumat (19/10).

"Kemarin jadi kalau dibilang ada yang belum, saya tidak mau buru-buru bantah, saya akan cek. Apabila ada yang memang harus ditunaikan dan belum, ya kami tunaikan," sambung dia.

Di tengah 'kisruh' soal sampah ini, Anies mulai menyinggung soal pengoperasian fasilitas pengolahan sampah atau Intermediate Treatment Facility (ITF) di Sunter, Jakarta Utara. Anies menargetkan ITF Sunter bisa mengolah sampah sampai 2 ribu ton dalam satu hari.

"Fase pertama ini diharapkan bisa menampung 2 ribu ton per hari," tutur Anies, Jumat (19/10).


"Jadi sampah di Jakarta ini berkisar antara 7.000 hingga 8.000 ton per hari. Range-nya tergantung musim dan lain-lain, kita di tempat yang pertama yang di Sunter insyaallah bisa mengolah 2.000 ton," bebernya.

Lantas di saat Anies-Walkot Bekasi belum ada titik temu, mau di kemanakan ribuan ton sampah ibu kota?



Saksikan juga video 'Bekasi Cegat Truk Sampah DKI, Anies: Kewajiban Sudah Ditunaikan':

[Gambas:Video 20detik]


(rna/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed