Tim Independen Verifikasi Lonjakan Beban Penyebab Blackout

Tim Independen Verifikasi Lonjakan Beban Penyebab Blackout

- detikNews
Senin, 22 Agu 2005 11:57 WIB
Jakarta - Lonjakan beban. Itulah penyebab matinya listrik di Jawa-Bali pada 18 Agustus 2005 versi PLN. Untuk memastikannya, tim independen akan turun tangan memverifikasi temuan ini.Tim independen diketuai Dirjen Listrik dan Pengembangan Energi Departemen ESDM Yogo Pratomo dan anggotanya berasal dari Polri, BIN, dan ITB. Tim ini terbentuk akhir pekan lalu dan akan bekerja selama 3 bulan.Direktur PLN Eddie Widiono menjelaskan, matinya listrik disebabkan sistem pengamanan sinar direction relay yang telah bekerja. "Sampai tadi malam kita masih terfokus pada kenapa sistem pengaman sinar direction relay itu bekerja. Karena harusnya dia belum bekerja. Padahal benar catatan arusnya tetapi ini kok sudah bekerja," kata Eddie di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/8/2005)Padamnya listrik juga dikarenakan ada lonjakan beban. "Ada beberapa kemungkinan yang kita masih telaah, antara lain barangkali kita mencatat terakhir pada pukul 10.10 WIB arus dipengantar itu 1.900 ampere padahal batasnya 2.000 ampere. Hal ini kemungkinan antara lain selama periode jam 10.10-10.23 WIB barangkali ada lonjakan beban," urainya."Tim independen akan memverifikasi itu," kata Eddie. Meski demikian, Eddie membantah adanya upaya sabotase dalam kasus blackout ini. "Itu jauh sekali," elaknya. Ketika ditanya apakah ada karyawan PLN yang telah diperiksa, Eddie menjawab diplomatis. "Saya kira kok itu masih jauh dari hal itu. Yang sudah jelas adalah kita menghadapi suatu sistem yang sudah dinamis dan perubahan di sistem ini sangat terpengaruh pula oleh kondisi dari pelanggan kita," kata Eddie."Misalnya, dari kemarin ini kita ketahui bahwa sejak April banyak pelanggan listrik yang beralih dari penggunaan BBM untuk pembangkitnya jadi mengggunakan listrik sehingga perubahan ini membawa pola perubahan di dalam," lanjutnya.Eddi menambahkan PLN akan memberikan kompensasi bagi 293.710 pelanggan PLN di Jakarta dan Jawa Barat. Hal ini dilihat berdasarkan gardu-gardu yang mengalami lebih dari Tingkat Mutu Pelayanan (TMP). (aan/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini