DetikNews
Jumat 19 Oktober 2018, 20:38 WIB

'Revolusi Putih' Jadi Gerakan Emas, Hashim: Milenial Tak Suka Revolusi

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Revolusi Putih Jadi Gerakan Emas, Hashim: Milenial Tak Suka Revolusi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Program 'Revolusi Putih' capres Prabowo Subianto berubah nama jadi 'Gerakan Emas'. Berubahnya nama program yang intinya ingin masyarakat Indonesia terpenuhi gizinya ini bukan tanpa alasan.

"Ya 'Revolusi Putih' diubah karena ternyata, setelah kita dapat feedback, kaum muda di Indonesia tidak suka istilah revolusi. Ya ini termasuk 'Revolusi Mental' Pak Jokowi, kaum milenial tidak suka karena ada istilah revolusi," kata Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo.

Hal itu disampaikan Hashim di Jl Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (19/10/2018), setelah memberikan briefing kepada media asing. Bagi Hashim, diksi revolusi lebih tepat dikenalkan kepada masyarakat yang satu generasi dengannya.





"Generasi saya suka revolusi. Kita kan ada revolusi untuk usir Belanda dari Indonesia. Tapi kaum milenial zaman now tidak suka dengan istilah revolusi," jelas Hashim.

Adik kandung Prabowo Subianto ini menyebut 'Revolusi Putih' merupakan program penyebaran susu untuk mencerdaskan bangsa Indonesia. Program itu baik tapi,menurut dia, masyarakat kurang suka dengan istilah revolusi.

"Ternyata publik milenial tidak begitu suka. Ya kita ubah. Ubah dengan istilah baru yang bisa diterima," ucap Hashim.

Hashim menegaskan 'Gerakan Emas' dan 'Revolusi Putih' hampir tak ada beda kecuali beberapa tambahan item makanan dalam program. Program itu diluncurkan, menurut dia, lantaran masih ada anak di Indonesia yang kekurangan gizi.





"(Gerakannya) sama. Tadi tambahan apa? Tambahan asupan gizi. Berarti apa? Susu, telur, ikan, kacang ijo, dll. Mungkin Saudara ada lain-lain yang bisa tambah yang buat protein, silakan," sebutnya.

"Tetapi ini sudah ada bukti, data dari pemerintah Indonesia dan Bank Dunia yang baru rapat di Bali, 38 persen anak-anak Indonesia sangat kurang gizi atau gizi buruk. Ini bagi Prabowo dan Sandi ini sangat-sangat memprihatinkan," pungkas Hashim.
(gbr/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed