DetikNews
Jumat 19 Oktober 2018, 18:31 WIB

Jokowi Muslim Berpengaruh, Timses: Nilai Keislaman di RI Berkembang

Zunita Putri - detikNews
Jokowi Muslim Berpengaruh, Timses: Nilai Keislaman di RI Berkembang Foto: Maman Imanulhaq (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Tim sukses pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf mengapresiasi The Royal Islamic Strategy Studies Center di Amman, Yordania yang memasukkan Presiden Jokowi dalam daftar 500 Muslim Dunia Paling Berpengaruh Tahun 2019. Nilai-nilai keislaman dipandang berkembang di pemerintahan Jokowi.

"Kami dari TKN Jokowi-Ma'ruf ingin apresiasi The Royal Islamic Strategy Studies Center di Amman, Yordania yang tempatkan Pak Jokowi dan beberapa tokoh di Indonesia menjadi 50 tokoh pengaruh dunia. Ada 3 hal yang kita apresiasi ini menunjukkan apa yang disebut islamic values ini sudah diimplementasikan Pak Jokowi sebagai seorang pemimpin," kata Direktur Relawan TKN Jokowi-Ma'ruf, Maman Imanulhaq di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/10/2018).

Menurut Maman, Islamic values atau nilai-nilai keislaman yang berkembang di zaman Jokowi adalah kerja keras, kesederhanaan, kejujuran, kesantunan, dan transparansi. Selain itu kepemimpinan Jokowi juga dinilai terus mencoba mengantisipasi hoax atau fitnah dengan langsung menindaknya dengan hukum yang yang berlaku. Seluruh nilai keislaman tersebut terlihat di figur Jokowi sebagai seorang pemimpin.

"Ini yang diapresiasi dunia, sehingga nilai-nilai keislaman yang berkembang di Indonesia lewat kepemimpinan Jokowi membuktikan, bahwa Jokowi figur seorang pemimpin yang mengamalkan nilai-nilai Islam, tidak ditunjukkan hanya dengan jubah, Islam tidak ditunjukkan hanya simbol, tapi Jokowi menunjukkan Islam yang substansial, ini lah prinsip yang diacontohkan oleh Jokowi," jelasnya.


Maman menambahkan, beragama secara substansional bukan ditunjukkan dengan gaya simbolik. "Jokowi telah takbir dengan kebijakan, bukan takdir dengan suara keras yang menakutkan orang lain yang beda, Jokowi telah salat dengan prinsip-prinsip demokrasinya, bukan sekedar salat yang membedakan dia dengan kelompok lain," tambahnya.

Penghargaan ini diharap mampu mematahkan berbagai asumsi negatif yang menyebut Jokowi anti Islam. Maman menyebut Jokowi selama ini telah bekerja atasnama Islam, atas nama rakyat, dan untuk Indonesia yang maju, berdaulat, dan bermartabat.

"Ini menunjukkan kepemimpinan Pak Jokowi adalah kepemimpinan yang sangat-sangat Islami dan tuduhan orang terhadap Jokowi yang nggak pihak Islam, kriminalisais ulama, itu terbantahkan dengan survei ini," tuturnya.


Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua TKN Johny G. Plate menyebut masuknya Jokowi di nomor 16 dalam daftar 500 Muslim Dunia Paling Berpengaruh Tahun 2019 adalah realita Jokowi telah menjalankan tugas dengan baik.

"Itu satu realita bahwa Pak Joko Widodo sebagai Presiden Indonesia, yang selama ini melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga mendapat pengakuan sebagai 500 tokoh muslim terbaik, 50 muslim terbaik, kami bangga dan terus memberikan dukungan, sebagai bangsa yang mayoritas Muslim memberikan kontribusi positif bagi pembangunan dunia, umat manusia, dan peningkatan kualitas demokrasi," kata Johny.

Diketahui, sejumlah nama orang Indonesia disebut dalam daftar 500 Muslim Dunia Paling Berpengaruh Tahun 2019 dan menempatkan Jokowi di urutan ke-16, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj di urutan ke-20 (tahun lalu urutan ke-22), dan ulama/Ketua Umum MUI Jawa Tengah Habib Luthfi Yahya di urutan ke-37 (tahun lalu urutan ke-41), serta Prabowo Subianto di urutan 450.
(zap/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed