DetikNews
Jumat 19 Oktober 2018, 17:59 WIB

Ahmad Dhani Laporkan Caleg NasDem ke Bareskrim Terkait Persekusi

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Ahmad Dhani Laporkan Caleg NasDem ke Bareskrim Terkait Persekusi Ahmad Dhani di Bareskrim. (Wildan/detikcom)
Jakarta - Musisi Ahmad Dhani melaporkan seorang pria bernama Edi Firmanto (EF) ke Bareskrim terkait tuduhan persekusi. Pelaporan ini buntut aksi penghadangan deklarasi '2019 Ganti Presiden' di Surabaya yang juga menyeret Dhani menjadi tersangka.

"Laporan sudah kita laporkan dan sukses ini diterima dengan baik dan ini pelaporan dari saya," kata Dhani kepada wartawan di kantor Bareskrim Polri, gedung KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (19/10/2018).


Dhani mengatakan Edi Firmanto (EF) merupakan caleg dari Partai NasDem. Menurut Dhani, EF tidak takut dilaporkan karena posisi NasDem yang dekat dengan Kejaksaan.

"Untung kita dapat namanya dan ternyata yang melaporkan saya inisial EF, dia caleg dari Partai NasDem, dan kita tahu Partai NasDem dekat dengan Kejaksaan, kemungkinan dalam bayangan dia bisa jadi P21 karena kita tahu NasDem dekat dengan Kejaksaan," kata Dhani.

Pelaporan Dhani ke Bareskrim itu tertuang dalam Nomor Polisi LP/B/1337/X/2018/BARESKRIM tertanggal 19 Oktober 2018. Dhani menuduh Edi melanggar Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan juncto UU Pasal 18 UU No 9/1998 tentang Kebebasan Berpendapat di Muka Umum.


Selain melaporkan dugaan persekusi, Dhani menyebut akan ada pelaporan-pelaporan serupa dari rekan-rekannya yang berada di Jawa Timur.

"Nanti berikutnya di Surabaya akan ada laporan dari korban-korban persekusi. Kalau saya kan belum terjadi kekerasan. Apa yang terjadi pada saya belum terjadi kekerasan. Seandainya saya nekat seperti teman-teman di Surabaya, pasti terjadi. Kita akan kumpulkan mereka-mereka yang di Surabaya pasti terjadi yang dipukuli. diusir, yang kausnya dipaksa dilepas itu kita semua punya video," ujarnya.

EF, disebut Dhani, juga melaporkannya terkait pencemaran nama baik ke Polda Jawa Timur. Akibat pelaporan itu, diketahui status Dhani menjadi tersangka.

Diketahui, pada 18 Oktober 2018, Dhani menjadi tersangka kasus pencemaran nama baik. Polda Jawa Timur mengumumkan penetapan tersangka atas Dhani ini setelah polisi memeriksa lewat ahli bahasa dan saksi-saksi.

Kasusnya adalah ujaran Dhani yang termuat di video Facebook. Saat itu Dhani, yang berada di Hotel Majapahit Surabaya, hendak menghadiri deklarasi tagar '2019 ganti presiden' pada Minggu, 29 Agustus 2018. Namun dia dihadang oleh sejumlah anggota Koalisi Bela NKRI, sehingga Dhani harus tetap berada di hotel. Saat itulah dia menyampaikan ujarannya. Dalam videonya, Dhani diduga menyebut orang-orang yang menghadangnya idiot.

"Ini yang mendemo, yang demo ini yang membela penguasa. Lucu, lucu. Ini, ini idiot-idiot ini, idiot-idiot ini. Mendemo, mendemo orang yang tidak berkuasa," ucap Dhani dalam video itu.




Tonton juga 'Jadi Korban Persekusi, Ahmad Dhani Lapor ke Bareskrim Polri':

[Gambas:Video 20detik]


(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed