Di Depan Jurnalis Asing, Hashim Jelaskan 'Make Indonesia Great Again'

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Jumat, 19 Okt 2018 17:23 WIB
Hashim Djojohadikusumo (Gibran Maulana/detikcom)
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggelar 'Foreign Media Briefing' atau briefing dengan media luar negeri. Direktur Komunikasi dan Media BPN Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo, berbicara soal sosok Prabowo hingga slogan 'Make Indonesia Great Again'.

Briefing digelar di Jl Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (19/10/2018). Hashim awalnya mengenalkan sesuatu tentang Prabowo. Diskusi berjalan dengan bahasa Inggris.

Dalam pemaparannya, Hashim menjelaskan bahwa Prabowo sudah tiga kali maju pilpres, diawali dengan menjadi cawapres pendamping Megawati Soekarnoputri pada 2009, kemudian sebagai capres bersama Hatta Rajasa pada 2014, dan berdampingan dengan Sandiaga Uno pada 2019.


Dia lanjut menjelaskan topik apa yang terus dibicarakan Prabowo. Topik-topik itu dari kesehatan publik, pendidikan, nutrisi, hingga soal stunting. Menurut Hashim, semua program tersebut merupakan bagian dari 'Make Indonesia Great Again' yang sempat ramai dibahas.

"Ini bagian dari 'Make Indonesia Great Again'," ujarnya.

Hashim mengatakan topik-topik tersebut memang telah dibicarakan Prabowo sejak beberapa tahun yang lalu. Menurutnya, timnya harus bekerja lebih baik lagi.

Adik Prabowo ini lalu bicara soal buku yang telah diluncurkan Prabowo, yaitu 'Paradoks Indonesia'. Hashim menjelaskan sedikit mengenai buku itu.

Di depan Jurnalis Asing, Hasyim Jelaskan 'Make Indonesia Great Again'Jurnalis media asing dalam acara Prabowo-Sandiaga. (Dok. Tim Prabowo-Sandi)

"Indonesia negara kaya dengan orang-orang miskin. Itu paradoks," ucap Hashim.

Hashim meminta buku Prabowo dibagikan kepada peserta seusai acara. Dia lantas lanjut berbicara soal 'Make Indonesia Great Again'. Moderator bertanya kepada Hashim mengenai slogan itu dan kaitannya dengan slogan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada kampanyenya lalu.

"Tidak ada kaitan dengan Presiden Trump. Banyak yang menanyakan saya," sebut Hashim.


Hashim lalu menjawab alasan dirinya mendukung Prabowo. Apakah Hashim mendukung Prabowo hanya karena bersaudara atau berdasarkan visi Prabowo.

"Saya mendukung Prabowo karena visinya. Saya tahu kelemahannya dan kekuatannya. Saya tahu dia mencintai negaranya sama dengan Sandi," tutur Hashim.

Beberapa media luar negeri yang hadir dalam acara ini, berdasarkan daftar kehadiran yang dilihat detikcom, di antaranya dari ABC Australia, The Australian, Associated Press, Associated Press TV, VOA, dan Jakarta Biz Weekly.




Tonton juga 'Blak-blakan Hashim soal Prabowo Tertipu Ratna':

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/elz)