"Kami meminta Arab Saudi menjelaskan kepada publik dan bertanggung jawab apa yang terjadi pada Jamal Khashoggi. Kerjaan Arab Saudi harus bisa menjelaskan kepada publik, kepada kami, kawan-kawan tentang keberadaan Jamal Khashoggi," kata koordinator aksi Fira Abdurrahman dari AJI Jakarta di Kedutaan Besar Arab Saudi, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (19/10/2018).
Aksi dimulai sekitar pukul 14.05 WIB dan berakhir pada kukul 14.57 WIB. Para jurnalis ini menuntut Pemerintah Arab Saudi segera mengusut kasus hilangnya Khashoggi. Mereka juga meminta pemerintah Indonesia turun tangan dan mendesak Arab Saudi segera bertindak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para jurnalis ini membawa poster yang menyuarakan aspirasi mereka tentang kasus Jamal Khashoggi, di antaranya 'Usut Tuntas Hilangnya Jamal Khashoggi', 'Journalism is Not A Crime', dan 'Justice for Jamal'. Mereka juga melepas kartu pers dan mengumpulkannya di atas selembar karton bertulisan 'Where Are You Khashoggi? Journalism Is Not A Crime' sebagai wujud solidaritas.
"Karena apa yang dilakukan Jamal Khashoggi adalah menyuarakan kebenaran. Di mana Jamal Khashoggi? Apakah dia mati terbunuh atau ditawan di Kedutaan Arab Saudi di Turki? Usut tuntas apa yang terjadi terhadap Jamal Khashoggi!" kata salah satu orator, Donal Husni.
Puluhan jurnalis dari Wartawan Freelance Indonesia menggelar aksi di depan Kedutaan Besar Arab Saudi. (Azizah/detikcom) |
Fira mengatakan akan terus mengawal kasus ini hingga kebenaran kasus Khashoggi terkuak.
Khashoggi, yang seorang jurnalis dan kolumnis The Washington Post, menghilang secara misterius setelah masuk ke Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu. Kekhawatiran semakin memuncak bahwa Khashoggi dibunuh di Konsulat Saudi. Otoritas Saudi berulang kali membantah terlibat kasus hilangnya Khashoggi.
Tonton juga 'Trump Akhirnya Yakin Jamal Khashoggi Telah Tewas':
(nvl/nvl)












































Puluhan jurnalis dari Wartawan Freelance Indonesia menggelar aksi di depan Kedutaan Besar Arab Saudi. (Azizah/detikcom)