DetikNews
Jumat 19 Oktober 2018, 15:02 WIB

KPU Klarifikasi Laporan Dana Kampanye PSI

Dwi Andayani - detikNews
KPU Klarifikasi Laporan Dana Kampanye PSI Ketua KPU Arief Budiman menerima Sekjen PSI Raja Juli Antoni. (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta - KPU mengklarifikasi jumlah dana awal kampanye Partai Solidaritas Indonesia (PSI). KPU mengatakan, dalam penyampaian dana awal kampanye, pihaknya belum mengutip jumlah perbaikan dana PSI.

"KPU hari ini mengklarifikasi keterangan yang kemarin disampaikan. KPU kemarin dalam laporan RDP itu tidak mengutip laporan yang kedua jadi baru mengutip laporan yang pertama, jadi (dana) klarifikasinya belum dikutip," ujar Ketua KPU Arief Budiman di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (19/10/2018).

Arief mengatakan, sebelumnya, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR, Selasa (16/10), disampaikan jumlah dana awal kampanye PSI sebesar Rp 185 miliar. Namun Arief mengatakan itu merupakan jumlah yang dicantumkan PSI sebelum diperbaiki.

"Di antara yang disebutkan, ada untuk Partai Solidaritas Indonesia, dilaporkan oleh KPU tertulis '185 Miliar'. Laporan itu adalah laporan yang pertama yang terjadi kesalahan tulis, yang kemudian oleh PSI sudah diklarifikasi atau diperbaiki pada masa perbaikan sampai dengan tanggal 26 September," kata Arief


Arief mengatakan perubahan dana awal kampanye tersebut telah diterima KPU saat masa perbaikan. Dia juga mengatakan klarifikasi ini disampaikan agar publik dapat mengetahui dana kampanye yang akurat.

"Pada 26 September diserahkan laporannya juga sudah diserahkan ke KPU, nominalnya berbeda (Rp 4,9 miliar)," kata Arief.

"Jadi salah satu yang perlu kami infokan pada teman-teman media karena angka Rp 185 M bukan hanya mengganggu akurasi informasi publik, tapi di internal PSI juga bertanya kok uangnya banyak," sambungnya.


Pada kesempatan yang sama, Sekjen PSI Raja Juli Antoni mengatakan pihaknya melakukan kesalahan saat memasukkan laporan awal dana kampanye. Namun dia mengatakan pihaknya telah mengoreksi jumlah yang sebelumnya Rp 185 miliar menjadi Rp 4,8 miliar.

"Jadi pada tanggal 23 September sesuai dengan deadline KPU, kami sudah melakukan laporan keuangan, masih ada kesalahan dan memang diizinkan untuk perbaiki sampai tanggal 26 September. Tanggal 26 September sudah kami masukkan dana awal kami sebesar 4,8 sekian sekian jadi Rp 4,9 miliar kalau kita genapkan. Laporan terakhir kami seperti yang kami sampaikan Rp 4,9 miliar, bukan Rp 185 miliar," tuturnya.
(dwia/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed