DetikNews
Jumat 19 Oktober 2018, 14:07 WIB

Tim Jokowi Sindir Sudirman Said yang Tak Bisa Rebut Saham Freeport

Zunita Amalia Putri - detikNews
Tim Jokowi Sindir Sudirman Said yang Tak Bisa Rebut Saham Freeport Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto (Zunita/detikcom)
Jakarta - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, berbicara mengenai beberapa program dalam kabinet Jokowi-Jusuf Kalla yang berhasil, salah satunya Freeport. Dia pun menyinggung kinerja Sudirman Said yang tidak berhasil mengambil saham Freeport.

"Salah satu yang menjadi prioritas adalah proses divestasi dari Freeport itu sendiri. Proses ditandai dengan proses negosiasi yang tidak mudah, berlangsung cukup lama, memerlukan kesabaran," ungkap Hasto saat konferensi pers di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/10/2018).

Hasto lalu menyinggung Sudirman Said yang tidak berhasil merealisasi divestasi Freeport itu saat menjadi Menteri ESDM. Ia kemudian membandingkan kinerja Sudirman Said dengan Menteri ESDM saat ini, Ignasius Jonan.


"Zaman Pak Sudirman Said terjadi hiruk pikuk terhadap masalah itu, dan kemudian di bawah kepemimpinan Pak Jonan, aspek-aspek kelembagaan dan kedekatan yang lebih komprehensif dijalankan dengan langkah-langkah strategis, sehingga ditandatangani head of agreement," ujar Hasto.

"Di mana head of agreement itulah sebagai basis legalitas dari proses divestasi Freeport itu. Nah, secara politik, tentu saja menjalani perintah konstitusi. Dan kemudian, kita melihat di dalam pelaksanaan head of agreement itu memang memerlukan berbagai aspek-aspek strategis untuk di cek dan sebagainya," sambungnya.

Tim Jokowi Sindir Sudirman Said yang Tak Bisa Rebut Saham FreeportSudirman Said (Ari Saputra/detikcom)

Saat ini proses divestasi Freeport tengah berjalan. Saat ini Indonesia memiliki 51% saham Freeport.

Hasto lalu meminta Sudirman Said serta mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan mengkritik Jokowi dengan data. Sudirman dan Ferry, yang kini menjadi bagian dari timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, belakangan memang mengkritik kebijakan Jokowi.


"Jadi kritik yang diberikan oleh Pak Sudirman Said dan Ferry Mursyidan Baldan kami memahami ya namanya menteri di-reshuffle itu kan bisa lihat berbagai macam ekspresinya, tapi seharusnya memberikan kritik itu dengan data," ucap Hasto.

"Buktinya, Pak Sofyan Djalil (Menteri Agraria/ATR) dan Pak Jonan mampu memberikan data yang terasakan oleh publik jauh lebih baik daripada kedua beliau tersebut," imbuh Sekjen PDIP itu.

Sebelumnya, Ferry Mursyidan Baldan mengkritik program bagi-bagi sertifikat Jokowi. Kemudian Sudirman juga membela Ferry dengan menyebut Jokowi mengerjakan sesuatu yang seharusnya dikerjakan seorang lurah.



Tonton juga 'Eks Menteri Sudirman Said Kritisi Bongkar-Pasang Kabinet Kerja':

[Gambas:Video 20detik]


(zap/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed