DetikNews
Jumat 19 Oktober 2018, 13:07 WIB

Jokowi: Manajemen Pemerintahan Perlu Zoom In-Zoom Out

Ray Jordan - detikNews
Jokowi: Manajemen Pemerintahan Perlu Zoom In-Zoom Out Dok.detikcom/Presiden Jokowi (Noval/detikcom)
Badung - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bicara soal manajemen pemerintahan. Mengelola pemerintahan menurut Jokowi perlu sudut pandang dari semua sisi.

Hal ini disampaikan Jokowi saat menghadiri Temu Karya Nasional Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XX dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa/Kelurahan (PINDesKel) Tahun 2018. Kegiatan berlangsung di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Kuta Selatan, Badung, Bali, Jumat (19/10/2018).

Jokowi bicara soal perjalanan astronot ke bulan. Menurutnya, bulan tampak indah jika dilihat dari kejauhan, namun tak begitu indah setelah adanya bukti dari perjalanan astronot ke bulan.

"Ketika kita lihat bulan, dilihat dari bumi terutama saat terang bulan, bulan terlihat sangat indahnya. Namun waktu astronot datang ke bulan, mereka menunjukkan bahwa bulan itu berupa bukit-bukit yang terjal, berpasir dan berlubang-lubang. Sebuah benda yang kita lihat dari jauh terlihat indah ternyata tidak benar-benar indah saat dilihat dari jarak yang dekat," kata Jokowi.





Jokowi menjelaskan maksud pernyataannya. Menurut Jokowi, jika ingin melihat sesuatu, hendaknya dilakukan dari berbagai sisi.

"Kalau kita mau lihat sesuatu secara utuh seperti lihat pemandangan alam, kita perlu lihat dari jauh dan juga melihat dari dekat. Itu sama-sama pentingnya. Kita tak bisa dapat gambaran besar secara utuh jika kita tidak lihat dari jauh. Namun kita tidak akan memperoleh gambaran yang detil dan rinci tanpa melihat dari dekat secara teliti. Artinya dari jauh penting dari dekat penting," katanya.

Hal ini pun dia kaitkan dalam mengelola pemerintahan. Menurutnya, perlu pandangan dari berbagai sisi dalam mengelola manajemen pemerintahan.

"Jadi kita kadang harus zoom out dari jauh. Kadang kita harus zoom in. Manajemen pemerintahan juga sama, perlu zoom out dan zoom in," sebut dia.





Untuk mendapatkan berbagai pandangan tersebut, Jokowi mencontohkan dirinya yang selalu turun ke lapangan. Ini dia lakukan untuk mendapatkan masukan yang utuh dari berbagai sudut pandang.

"Penting kita mendengar laporan dari menteri di sidang kabinet, tetapi kunjungan kerja ke lapangan juga penting Untuk melihat real, fakta di lapangan. Karena itu saya sering ke daerah, ke kampung, desa, ke pulau-pulau terluar karena saya ingin lihat sendiri keadaan realnya seperti apa, masalahnya apa. Akan semakin kelihatan kalau kita melihat langsung ke bawah," jelasnya.

Dijelaskan Jokowi, dari hasil tinjauannya di lapangan, terlihat banyak sekali kebijakan yang tidak berjalan. Hal ini menurutnya bisa mengakibatkan gagalnya sebuah pencapaian.





"Banyak saya lihat jalan tol berhenti 26 tahun, berhenti 15 tahun, saya lihat apa sih masalahnya? Semua sambung ada yang berhenti, 40 km misalnya. Ada apa? Ternayta itu harus lewati taman nasional, atau lahan itu miliknya Kodam sehingga tidak ada yang berani. Kalau kita masuk kita jadi ngerti persoalannya sebetulnya gampang. Tanahnya Kodam ya saya telepon Panglima (TNI), tidak ada seminggu rampung. Itu untuk kepetingan umum," katanya.

"Jadi saya nggak hanya ingin tahu apakah kebijakan itu sudah dibuat, tetapi bagi saya adalah apakah rakyat sudah betul-betul menerima," imbuh Jokowi.


Saksikan juga video 'Sandiaga: Kami Tak akan 'Sikut' Pemerintahan Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]


(jor/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed