DetikNews
Jumat 19 Oktober 2018, 11:59 WIB

Polisi Ungkap Peluru Nyasar, Bamsoet: Skenario Teror Terpatahkan

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Polisi Ungkap Peluru Nyasar, Bamsoet: Skenario Teror Terpatahkan Rekonstruksi peluru nyasar (Kanavino/detikcom)
Jakarta - Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) berterima kasih kepada polisi yang bergerak cepat mengungkap kasus peluru nyasar ke gedung DPR. Bamsoet mengatakan spekulasi teror ke DPR terpatahkan oleh hasil penyelidikan polisi itu.

"Sehingga berbagai spekulasi apakah diserang teroris atau segala macam itu bisa terpatahkan. Sekali lagi saya mengimbau awak media, tidak ada gerakan-gerakan yang meneror DPR. Ini adalah kegiatan olahraga yang nyasar ke DPR," kata Bamsoet di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Bamsoet meminta semua pihak tak memperkeruh suasana menjelang Pilpres 2019. Dia percaya polisi dapat menjaga keamanan dengan baik.

"Jangan memperkeruh keadaan menjelang pesta politik 2019. Saya pastiin negara kita aman, kita percayakan kepada pihak penegak hukum, dalam hal ini kepolisian, untuk menjaga keamanan," ujarnya.

Bamsoet lantas bercerita soal pengalamannya berlatih menembak di Lapangan Tembak Senayan. Dia menduga tak ada unsur kesengajaan terkait insiden peluru nyasar.





"Jadi kehadiran saya ingin pastikan apakah dalam rekon (rekonstruksi) ini ada terlihat unsur atau potensi kesengajaan dari yang bersangkutan tadi sudah dilihat bagaimana dia mulai latihan gimana dia pegang senjata yang tadinya semi kemudian berubah menjadi otomatis. Dalam pengalaman saya sebagai anggota Perbakin yang sering latihan ke sini, kecil kemungkinan saya tidak men-judgement tapi dalam pengalaman kecil kemungkinan ada unsur kesengajaan hanya kelalaian karena tidak kuasai terjadinya perubahan antara semiauto menjadi full auto," ujarnya.

Bamsoet menjelaskan, sekalipun lapangan tembak itu dihalangi pembatas, peluru bisa saja tetap nyasar ke DPR. Dia menduga peluru itu menembus seng pembatas tersebut.

"Kenapa bisa kan terhalang pembatas? Kan gedung DPR nggak kelihatan. Saya menduga ada tembus itu seng itulah yang harus dikaji pihak keamanan untuk penataan kembali SOP di sini sekaligus menata keamanan agar kegiatan di sini tidak mengancam nyawa atau kerugian orang lain di luar kawasan ini," ujarnya.

Karena itu, dia meminta pihak keamanan mengaudit gedung DPR. Dia tidak ingin anggota DPR dan karyawannya merasa was-was.

"Kalau anggota DPR dan karyawannya dalam keadaan was-was susah juga, makanya saya kembalikan pada pihak keamanan untuk mengkaji apakah memasang kaca film yang bisa menahan peluru atau apakah bikin payung yang gede terserah kita serahkan pada pihak keamanan apakah ini dipindah kita kembalikan ke keamanan karena ini menyangkut soal pemerintahan juga," ujarnya.






DPR, sambung Bamsoet, berencana memanggil sejumlah pihak terkait insiden peluru nyasar tersebut. DPR ingin mengkaji layak-tidaknya pemindahan lapangan tembak.

"Minggu depan saya sudah minta... untuk undang kepolisian, pihak badan pengelola Bung Karno sebagai pengelola lapangan ini dan pihak Perbakin sebagai penyewa kantor di sini dan memberi assessment anggotanya berlatih di sini. Kemenpora sebagai penanggung jawab atlet pembinaan atlet, termasuk atlet menembak, dan juga pihak Setneg sebagai pemilik lahan untuk mengkaji ulang apakah masih laik dipakai dan tidak diputuskan untuk pindah apakah tetap di sini," tuturnya.


Saksikan juga video 'Mencari Solusi Insiden Peluru Nyasar di Senayan':

[Gambas:Video 20detik]


(knv/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed