DetikNews
Jumat 19 Oktober 2018, 09:29 WIB

Geledah 12 Tempat Terkait Suap Meikarta, Ini yang Didapat KPK

Mochamad Zhacky - detikNews
Geledah 12 Tempat Terkait Suap Meikarta, Ini yang Didapat KPK Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - KPK melakukan penggeledahan maraton terkait kasus dugaan suap perizinan Meikarta. Ada 12 tempat yang digeledah, di antaranya rumah CEO Lippo Group James Riady, rumah Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro dan rumah pribadi Bupati Bekasi Nenang Hassanah Yasin.

Dari rangkaian penggeledahan itu, KPK menyita sejumlah barang di antaranya dokumen perencanaan proyek Meikarta, dokumen perizinan Meikarta ke Pemkab Bekasi dan mata uang yuan. Namun, tidak ada rincian di mana barang-barang itu ditemukan.


"Yang disita dokumen perizinan Meikarta atau pihak Lippo ke Pemkab, dokumen perencanaan proyek Meikarta, kontrak-kontrak terkait Meikarta, barang bukti elektronik seperti komputer dan compact disk, mata uang rupiah dan yuan," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dimintai konfirmasi, Jumat (19/10/2018).

Febri meyakini sejumlah barang yang disita itu bisa membuka tabir 'permainan' dalam pengurusan izin proyek Meikarta. Bahkan, menurut Febri, dari barang-barang tersebut bisa ditelusuri di proses mana dugaan suap sudah terjadi.

"Secara keseluruhan, dari 12 lokasi yang digeledah secara simultan 2 hari kemarin, kami mendapatkan bukti-bukti yang semakin menguatkan penyidikan ini," terang Febri.


"Ya, tentu nanti KPK perlu lihat lebih menyeluruh kronologis proyeknya. Misal, apakah sejak awal sudah ada persoalan dengan ketentuan perizinan atau persoalan baru muncul ketika pengurusan IMB. Ini penting untuk melihat secara persis underline transaksi dugaan suapnya," sambungnya.

Penggeledahan maraton terkait dugaan suap perizinan Meikarta digelar sejak Rabu (17/10) hingga Kamis (18/10). Dari keterangan Febri, hanya lokasi penemuan mata uang yuan yang dijelaskan. Yuan tersebut ditemukan di rumah Bupati Bekasi Neneng Hassananh Yasin.

"Di rumah Bupati Bekasi, KPK menemukan uang rupiah dan yuan dalam jumlah lebih dari 100 juta," ujar Febri di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (18/10).


Saksikan juga video 'Direktur Operasional Lippo Group Resmi Ditahan KPK!':

[Gambas:Video 20detik]


(zak/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed