DetikNews
Kamis 18 Oktober 2018, 21:00 WIB

Anies Siapkan Aturan Alihkan Rusunawa Jadi Hak Milik Setelah 20 Tahun

Indra Komara - detikNews
Anies Siapkan Aturan Alihkan Rusunawa Jadi Hak Milik Setelah 20 Tahun Foto: Fida Ul Haq/detikcom
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan menyiapkan aturan agar rumah susun sewa (rusunawa) menjadi hak milik penyewa setelah 20 tahun.

"Itu ada tata aturannya. Serius. Apalagi sudah 20 tahun. 20 tahun, ya. Ada aturannya. Nanti sesudah jadi, saya tunjukkan rentetan aturannya," kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (18/10/2018).

Rusunawa ini, kata Anies, memiliki konsep sewa-beli. Program ini untuk mengakomodasi warga Jakarta yang memiliki penghasilan di bawah upah minimum provinsi (UMP) dan bakal disusun melalui pergub.



"Intinya, pada fase ini, saya ingin sampaikan, bagi yang di bawah UMP dan di bawah dengan konsep sewa-beli. Konsepnya sewa-beli. Ada mekanismenya. Sekarang saya tidak bawa aturannya. Ada mekanismenya. Nanti kalau sudah jadi peraturan, nanti kita atur. Program ini pun pakai pergub, kita susun," ujarnya.

Lantas apa bedanya dengan program rumah DP RP 0? Anies mengatakan konsep sewa-beli ini akan dihitung sebagai bagian dari aset si penyewa dan bisa dijual.

"Kalau yang sewa-beli pada saat itu juga langsung dihitung sebagai bagian dari asetnya dia, tapi ada utang, dan dia bisa menjual. Bisa dijual sebagai barang, bisa dijual. Dijualnya kepada siapa? Dijualnya kepada UPT kita, itu offtaker," jelasnya.

"Jadi misal Anda membeli, setelah 3 tahun ternyata mutasi pekerjaan, pindah ke kota lain, ini bisa dijual. Ketika dijual, ada nilai yang meningkat. Kenapa? Ya karena mengalami apresiasi nilainya. Di situ mengapa secara aset Anda tidak rugi, karena Anda memiliki aset sesungguhnya. Tetapi statusnya Anda masih dalam status berutang. Beda dengan yang sewa. Kalau sewa, Anda tidak memiliki asetnya (di awal)" papar Anies.



Anies melanjutkan, selama 20 tahun itu warga yang ikut program tersebut membayar iuran sewa, bukan cicilan. Anies menyebut program hunian dengan konsep sewa-beli bukan hal baru.

"(Iuran) sewa, memang semuanya menyewa. Dan itu bukan barang baru, kok. Rent to own itu program (lama). Samalah seperti dulu saya cerita DP 0 rupiah tahun lalu juga ramai betul. 'Tidak bisa, Pak.' It's posibble. Rent to own sederhana, kok. Bahkan dulu di pemerintahan pun biasa," jelasnya.

Eks Mendikbud itu berharap anggota Dewan di DPRD DKI bisa mendukung program ini ke depan. Sebab, lanjut dia, program ini bertujuan memudahkan masyarakat punya rumah di Jakarta.

"Saya mengharap kepada Dewan, bantulah rakyat bawah bisa punya rumah. Bantulah, saya sedang membantu rakyat di bawah supaya punya rumah. Jadi kalau lihat ada kemudahan, datanglah dengan kemudahan. Karena ini bukan menghentikan ide Anies Baswedan, ini menghentikan rakyat bawah bisa punya rumah," katanya.
(idn/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed