"Mahasiswa UIN Padang bisa mencontoh orang Minang yang mampu sukses di manapun mereka berada. Bahkan, orang Minang dikenal gigih dalam melakukan usaha apa saja dan kemudian sukses," ucap Rommy saat memberi kuliah umum di UIN Imam Bonjol Padang, Sumbar, Kamis (18/10/2018).
Menurutnya, saat ini bila ingin sukses tidak harus dengan cara konvensional lagi, seperti manawarkan barang dagangan untuk dijual. Namun kini bisa memanfaatkan kemajuan teknologi digital.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan salah satu endorser tersukses di dunia digital YouTube, merupakan orang Minang yaitu Gen Halilintar. Kini mereka mempunyai lebih dari 4 juta subscribers dan setiap videonya ditonton jutaan kali oleh netizen," kata dia.
Dia mengatakan bahwa pendapatan dari YouTube itu tak bisa diremehkan, apalagi yang sudah memiliki banyak subcribers (pengikut). Contoh lainnya ada Grup Sabyan yang pendapatannya bisa mencapai Rp 1 miliar dalam kurun waktu satu bulan saja melalui YouTube.
"Video Sabyan bahkan sampai ditonton hingga ratusan juta kali oleh netizen. Diantara yang terpopuler adalah 'Ya Habibal Qolbi' yang telah ditonton 245 juta kali, kemudian 'Ya Maulana' yang ditonton sebanyak 163 juta kali," imbuhnya.
"Popularitas Sabyan ini juga yang mendongkrak tarif manggung mereka yang kini hampir mencapai Rp 100 juta untuk sekali tampil. Inilah harga sebuah popularitas," sambung dia.
Menutup kuliah umumnya, Rommy menyampaikan perusahaan-perusahaan yang berbasis teknologi khususnya teknologi informasi dan digital sedang mengalami peningkatan drastis seperti Apple, Alphabet, Amazon, hingga Facebook. Mereka bisa mendobrak pengaruh perusahaan migas seperti ExxonMobil, BP atau Shell yang sempat merajai beberapa dekade lalu. (ega/mul)











































