Kasatpol DKI Selidiki Video Penggusuran PAUD Saat Jam Belajar

Indra Komara - detikNews
Kamis, 18 Okt 2018 18:43 WIB
Kasatpol PP DKI Jakarta Yani Wahyu Purwoko (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Kasatpol PP DKI Yani Wahyu mengatakan pihaknya sedang menyelidiki video penggusuran PAUD Tunas Bina, Tamansari, Jakbar. Ditelusuri ada-tidaknya kesalahan prosedur saat penertiban.

"Terkait adanya video yang itu, saya akan melakukan penyidikan lebih dalam. Saya sudah perintahkan kepala bidang penyidikan pegawai negeri sipil terkait dugaan pelanggaran prosedur dalam melaksanakan penertiban," ujar Yani saat dimintai konfirmasi, Kamis (18/10/2018).

Yani sudah membuat surat panggilan kepada Camat Tamansari, Kasatpol PP Kecamatan, Kasatpel Dishub, Kasatpel Bina Marga, Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan, hingga Lurah Pinangsia. Yani memanggil yang bersangkutan untuk mendengarkan keterangan secara langsung.





"Kita buat surat panggilan terhadap mereka, termasuk camat. Karena yang memimpin apel penertiban adalah camat. Artinya, yang bertanggung jawab terhadap kegiatan itu adalah camat," paparnya.

"Nanti kita lihat apakah ada dugaan pelanggaran. Ini yang akan kita mintakan keterangan oleh penyidik PNS Satpol PP. Nanti jelas kesalahan prosedurnya," lanjut Yani.

Menurut Yani, penertiban lahan seharusnya dilakukan SOP prapenertiban. Pihak keamanan harus melakukan sosialisasi terlebih dulu serta menjelaskan solusi ke depan.

"Pertama, inventarisasi terhadap ada apa saja pelanggaran di situ. Mapping pelanggaran. Kedua, melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara cermat dan baik dan tuntas, sampai benar-benar tuntas. Makanya kita minta penjelasan sampai sejauh mana sosialsiasinya. Apalagi ini PAUD, butuh pendekatan serius. Sampai dipastikan ini kondusif," tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencopot Camat Tamansari Firmanudin. Firmanudin dicopot karena kebijakan menggusur PAUD pada jam belajar.

"Camatnya saya copot kemarin. Ini masalah kebijaksanaan bahwa dalam menjalankan tugas itu menggunakan kebijaksanaan. Jadi ini lagi jam belajar," kata Anies. (idn/fdn)