DetikNews
Kamis 18 Oktober 2018, 17:28 WIB

Lantik Anggota Baru, Ketua MPR Ajak Jaga Persatuan di Tahun Politik

Tia Reisha - detikNews
Lantik Anggota Baru, Ketua MPR Ajak Jaga Persatuan di Tahun Politik 9 Anggota MPR Baru Resmi DilantikFoto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Sembilan anggota baru MPR dilantik oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan menjadi anggota MPR Pengganti Antar Waktu (PAW) di Ruang Delegasi, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta.

Ke sembilan anggota baru tersebut di antaranya M. Irwan Zulfikar dan Muhammad Hanafi dari Fraksi PAN, Salomo Parlindungan Hutabarat, Sumarjati Arjoso, Ahmad Yudhi Wahyuni, Faisal M. Saragih, dan Steven Abraham dari Fraksi Partai Gerindra, Nova Riyanti Yusuf dari Fraksi Demokrat, serta Lena Maryana dari Fraksi PPP.

"Selamat datang dan selamat melaksanakan tugas di MPR," ujar Zulkifli dalam keterangan tertulis, Kamis (18/10/2018).

Saat melantik anggota baru hari ini (18/10), Zulkifli mengungkapkan pelantikan tersebut merupakan amanat dan ketentuan Pasal 9 ayat (3) Peraturan MPR No. 1 Tahun 2014 tentang Tata Tertib MPR.


Dalam peraturan itu disebutkan bahwa anggota PAW mengucapkan sumpah/janji dipandu oleh Pimpinan MPR paling lambat 30 hari setelah dilantik sebagai anggota DPR atau anggota DPD.

Para anggota baru juga diingatkan tentang visi MPR, yakni menjadi rumah kebangsaan, pengawal ideologi Pancasila, dan kedaulatan rakyat. Dengan visi tersebut, anggota MPR harus senantiasa berperan aktif dalam mengajak bersinergi bersama seluruh komponen bangsa dalam memperkokoh ideologi bangsa, mewujudkan kedaulatan rakyat, dan menegakan demokrasi konstitusional.

MPR merupakan lembaga perwakilan yang mengemban aspirasi rakyat dan daerah. Sebagai lembaga yang merepresentasikan perwakilan rakyat dan daerah, MPR idealnya dapat menjalankan perannya dalam mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang senantiasa mengedepankan nilai-nilai luhur bangsa.

Untuk itu, menjadi kewajiban anggota MPR sebagai wakil rakyat dan daerah untuk mencurahkan seluruh perhatiannya dalam mengawal agar bangsa yang beragam ini tetap damai dalam keberagaman.

Tujuan lainnya adalah agar bangsa tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur bangsa dalam era globalisasi dan arus media massa yang mengalir begitu cepat, serta senantiasa berjuang untuk mewujudkan tercapainya tujuan bangsa sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD NRI Tahun 1945.

Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli juga mengingatkan di tahun politik tensi dalam masyarakat meningkat. Untuk itu, tugas sebagai anggota MPR diharap seperti apa yang selama ini dilakukan oleh MPR, yakni melakukan sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal IKa.

"Sebagai anggota MPR tugas kita adalah menjaga persatuan dan kesatuan bangsa apalagi di tahun politik," ujarnya.


Bagi Zulkifli, pilihan calon presiden boleh berbeda. Soal partai politik pun tidak sama, begitu juga soal agama, bahasa, dan suku yang beragam. Menanggapi perbedaan politik dan keragaman yang ada, Zulkifli mengajak untuk tetap mengedepankan kepentingan bangsa dan negara. "Pilihan politik boleh berbeda tetapi merah putih tetap sama," tegasnya.

Ia pun berharap dalam Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif, kompetisi yang terjadi akan seperti friendly match. "Yang kita hadapi teman dan sahabat sendiri, bukan orang lain," paparnya.

Ia juga mengungkapkan tujuan bangsa Indonesia untuk merdeka adalah bersatu tanpa membedakan asal usul, suku, bahasa, dan agama.
(ega/mul)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed