DetikNews
Kamis 18 Oktober 2018, 16:56 WIB

Jaksa KPK Bongkar Pembagian Saham dan Modal PLTU Riau-1

Faiq Hidayat - detikNews
Jaksa KPK Bongkar Pembagian Saham dan Modal PLTU Riau-1 Johanes B Kotjo yang didakwa menyuap Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Jaksa KPK membongkar pembagian modal proyek PLTU Riau-1. Ada 3 perusahaan yang tergabung dalam konsorsium untuk mengerjakan proyek tersebut.

PT PLN (Persero) menurunkan anak perusahaannya yaitu PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PJBI). Sedangkan dari sisi swasta ada Blackgold Natural Resources (BNR) Ltd dan China Huadian Engineering Company (CHEC) Ltd. Komposisi saham pun disepakati.




"Jadi berdasarkan skema yang disepakati di konsorsium adalah PJBI itu, Pak, Pembangkitan Jawa Bali Investasi, PJBI. PJB menurunkan kepada anak perusahaannya PJBI itu dengan saham 51 persen. Kemudian CHEC 37 persen, kemudian Blackgold Natural Resources 12 persen, Pak," kata Direktur Utama PT Samantaka Batubara, Abdul Malik Rudi Herlambang, saat bersaksi dalam sidang dengan terdakwa Johanes B Kotjo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (18/10/2018).

Johanes merupakan pemegang saham BNR Ltd, sedangkan PT Samantaka Batubara merupakan anak perusahaan dari BNR Ltd. Rudi mengaku ikut melakukan negosiasi berkaitan dengan proyek PLTU Riau-1, tetapi perusahaannya tidak bisa ikut mengerjakan proyek tersebut.

"PT Samantaka tidak masuk (konsorsium penggarap PLTU Riau-1)?" tanya jaksa KPK.

"Tidak boleh, Pak. Tidak boleh karena kenapa? Samantaka tidak bisa mengurus izin selain batubara," jawab Rudi.

Jaksa kembali bertanya pada Rudi soal pembagian saham yang cukup besar tersebut. Namun Rudi malah merasa sedikit kecewa lantaran ikut bernegosiasi tetapi perusahaannya tidak bisa ikut mengerjakan proyek itu.

"Bisa jelaskan apakah modal disetorkan memang sebesar itu?" tanya jaksa.

"Jadi kalau saya bicarain itu, nyesek pak di dada, Pak, hehehe," jawab Rudi.

"Iya, sampaikan saja," timpal jaksa.




Rudi kemudian kembali menyebutkan kesepakatan pembagian saham itu. Setelahnya, menurut Rudi, PJBI memiliki saham mayoritas 51 persen dengan setoran tunai modal 10 persen, CHEC Ltd dengan komposisi saham 37 persen dengan setoran tunai modal 37 persen, dan BNR Ltd dengan komposisi saham 12 persen dengan setoran tunai modal 12 persen.

Namun CHEC Ltd disebut menanggung pula 41 persen kewajiban setoran modal PJBI 41 persen. Sebab, PJBI hanya mampu menyetor modal tunai 10 persen dari kewajiban 51 persen.

"Mau tidak mau harus sepakat. PJBI menguasai 51 persen hanya bisa setor 10 persen dari 51 persen," kata Rudi.




Tonton juga 'Dirut PLN: KPK Geledah Ruangan yang Berkaitan Proyek PLTU Riau-1':

[Gambas:Video 20detik]


(fai/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed