detikNews
Kamis 18 Oktober 2018, 16:16 WIB

Bali Banget! Hakim PN Denpasar Pun Sidang Pakai Udeng

Aditya Mardiastuti - detikNews
Bali Banget! Hakim PN Denpasar Pun Sidang Pakai Udeng PN Denpasar (Dita/detikcom)
Denpasar - Setiap hari Kamis, di Bali seluruh PNS diwajibkan mengenakan busana adat Bali, tak terkecuali di Pengadilan Negeri Denpasar.

Seperti terlihat di PN Denpasar, Bali, Kamis (18/10/2018), pegawai di lingkungan PN memakai busana adat. Mulai hakim hingga sekuriti memakai busana adat, kecuali jaksa dan tahanan. Mereka memakai endek yang dipadupadankan dengan kemeja untuk pria atau kebaya untuk wanita.

Begitu pula dengan hakim. Meski memakai jubah hakim, para hakim pria terlihat memakai udeng saat memimpin sidang.



Salah seorang panitera terlihat memakai busana adat lengkap dengan sanggul. Dia mengaku merasa senang menggunakan busana adat dan bisa tetap beraktivitas.

"Kalau aku kan sudah biasa pakai busana adat dan sanggul. Kalau (rambut) diurai malah nggak terlihat rapi. Saya mendukung aturan ini karena kan Pak Ketua mengharuskan kami, dari Pengadilan Tinggi juga mengharuskan, kita bawahan ya harus ikut," kata I Gusti Ayu Aryati Saraswati di lokasi.

Ayu menambahkan, sejak memakai busana adat, dia dan teman-temannya jadi lebih sering berfoto.

"Iya, setiap sama teman-teman ada saja yang minta foto," ujarnya.

Hal senada disampaikan Wayan Deresta. Panitera asal Klungkung ini juga mengaku nyaman memakai busana adat saat bekerja.

"Nyaman, biasa saja. Memang saya padu padankan sendiri sama jas," kata Wayan.

"Biar trendi ya, Pak, " tanya wartawan.

"Iya, " jawabnya singkat.


Untuk diketahui, penggunaan bahasa Bali mulai diwajibkan sejak Kamis (11/10). Penggunaan bahasa Bali dan busana adat ini wajib dilakukan setiap Kamis, hari Purnama, hari Tilem, dan hari jadi provinsi dan kabupaten/kota.

Pengecualian penggunaan bahasa Bali dan busana adat diberlakukan pada penyelenggaraan apel/upacara bendera, kegiatan yang bersifat nasional dan internasional, kegiatan yang melibatkan instansi tingkat pusat, kegiatan yang bersifat lintas provinsi dan lembaga serta masyarakat adat lainnya.

Aturan tentang penggunaan busana adat itu tertuang dalam Pergub Nomor 79 Tahun 2018. Sementara itu, aturan tentang pelindungan dan penggunaan bahasa, aksara, dan sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali tertuang dalam Pergub Nomor 80 Tahun 2018. Kedua pergub ini diteken pada Senin (1/10).
(ams/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com