Tak Hanya Setneg, DPR Juga Panggil Kapolri Soal Peluru Nyasar

Tsarina Maharani - detikNews
Kamis, 18 Okt 2018 13:47 WIB
Foto: Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Lamhot Aritonang/detikcom).
Jakarta - DPR berencana memanggil Sekretariat Negara (Setneg) dan Perbakin terkait peluru nyasar di Kompleks Parlemen. DPR pun juga menjadwalkan memanggil Polri, dalam hal ini adalah Kapolri Jenderal Tito Karnavian, pekan depan.

"Mengundang secepatnya, kalau nggak tanggal 23 atau 24 (Oktober)," kata Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Anton Sihombing di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/10/2018).


Setneg dalam hal ini diundang sebagai pengelola kompleks Gelora Bung Karno yang menjadi lokasi lapangan tembak. Sementara Polri sebagai pengaman objek vital negara.

"Kenapa diundang Setneg karena pengelola Gelora Bung Karno di bawah Setneg dan pengelolanya dan juga Perbakin-nya. Dan kita sampai sekarang nggak bilang itu nyasar. Saya bilang ini penembakan ya, karena sudah berkali-kali terus kita undang Kapolri (Jenderal Tito Karnavian)," ujar Anton.


Dia kemudian berbicara soal wacana pemasangan lapisan kaca film antipeluru di Gedung DPR. Anton mengatakan hingga saat ini DPR masih mengupayakan opsi pertama, yaitu menutup lapangan tembak.

"Gedung-gedung departemen itu banyak pakai antipeluru. Kok DPR langsung semua sewot. Kami kan pejabat negara juga. Tetapi kita usahakan ditutup lapangan tembak," sebutnya.


Saksikan juga video 'Mencari Solusi Insiden Peluru Nyasar di Senayan':

[Gambas:Video 20detik]

(tsa/elz)