DetikNews
Kamis 18 Oktober 2018, 07:15 WIB

Jokowi Buat 'Manusia Unggul', Tim Prabowo Singgung Revolusi Mental

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jokowi Buat Manusia Unggul, Tim Prabowo Singgung Revolusi Mental Foto: dok. PKS
Jakarta - Wakil Ketua Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mardani Ali Sera menilai program 'Manusia Indonesia Unggul' dari kubu Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin adalah hal bagus. Dia menilai masalah kurang gizi memang menjadi masalah besar yang harus diselesaikan.

"Pertama tentu stunting ini menjadi bencana nasional. Karena begitu banyak kondisinya hari ini. Itu menunjukan akumulatif pekerjaan, mulai dari kesadaran tentang gizi, kesediaan gizinya, dan pengawasan dari pemerintah," kata Mardani kepada detikcom, Rabu (17/10/2018) malam.

Namun, dia meragukan program itu akan berjalan jika Jokowi-Ma'ruf terpilih. Mardani pun mengaikannya dengan progra Revolusi Mental yang digagas Jokowi-Jusuf Kalla pada Pilpres 2014 lalu.


"Ide Revolusi Mental itu menggebrak sekali, wujudnya sangat PKS revolusi mental itu, tarbiah kan revolusi mental," ucap Mardani.

"Tapi, what happen dengan revolusi mental sekarang? Pendidikan tidak berubah, karakter manusia yang berani tidak berubah. #2019Gantipresiden diobarak-abrik, padahal kita berani mengatakan tidak kepada status quo. Kemudian, anti korupsi juga tidak berubah. Pesimisnya bukan ide, ide bagus, tapi cara eksekusi kalau seperti ini," sambungnya.

Dia mengibaratkan hal tersebut dengan membangun rumah. Kubu Jokowi tidak memiliki pondasi yang kuat.

"Kan kalau orang mau bangun rumah lima lantai kan kelihatan kemampuan membangun pondasi. Ini pondasi nggak ada, ide begitu besar, ya nggak jalan," ucap Mardani.

Sebelumnya, antar-tim pasangan calon mengeluarkan program perbaikan gizi dan pemberantasan stunting. Program itu pertama kali disuarakan oleh pasangan Prabowo-Sandiaga dengan 'Gerakan Emas,' sebagai pengganti 'Revolusi Putih.'Sementara itu, kubu Jokowi-Ma'ruf mengelurkan program 'Manusia Unggul.'


Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzhar Simanjuntak membeberkan soal Gerakan Emas ini. Pada dasarnya gerakan tersebut masih seperti Revolusi Putih, program yang berfokus pada pemberian susu kepada anak sebagai bagian dari pembentukan generasi ke depan. Namun terdapat tambahan-tambahan.

"Gerakan Emas itu gerakan emak-emak dan anak minum susu. Jadi orientasinya pada penyediaan protein buat anak dan ibu miskin ya, karena ada tantangan serius buat masa depan Indonesia yaitu stunting growth itu," kata Dahnil saat dikonfirmasi, Rabu (17/10).

Nantinya, Gerakan Emas akan melibatkan relawan yang berasal dari masyarakat yang mampu secara intelektual dan keuangan. Selain ikut menyediakan asupan protein bagi ibu dan anak, relawan tersebut juga akan memberikan edukasi terhadap pentingnya pola hidup sehat, asupan gizi yang cukup dan pembinaan-pembinaan jangka panjang.

Sementara itu, kubu Jokowi-Ma'ruf Amin menyorongkan program 'Manusia Unggul'. Dalam proses pembentukan generasi emas nanti, TKN Jokowi-Ma'ruf Amin menilai tidak cukup hanya sekedar fokus pada asupan.

"Di tim Jokowi-Ma'ruf ini bahwa gerakan membangun manusia Indonesia yang unggul, unggul itu harus komprehensif. Tidak boleh hanya satu bagian saja mulai dari kita harus memperhatikan dan fokus bagaimana mengurangi stunting, gagal tumbuh, ini salah satu yang kita lakukan," sebut Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding.

"Penting untuk mempercepat memberikan jaminan gizi sejak dalam kandungan. Pola asuh keluarga harus kita perbaiki, memperbaiki fasilitas air bersih, sanitasi, dan lingkungan yang mendukung tumbuh-kembang anak. Di samping itu, reformasi kesehatan kita perlu diperbaiki," sambung politikus PKB itu.


Saksikan juga video 'Prabowo Serang Jokowi Ugal-ugalan, PDIP: Kampanye Copy Paste':

[Gambas:Video 20detik]


(aik/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed