DetikNews
Rabu 17 Oktober 2018, 23:26 WIB

Hujan Peluru Nyasar, DPR Desak Polisi Usut Tuntas

Gibran Maulana Ibrahim, Tsarina Maharani, Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Hujan Peluru Nyasar, DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kaca jendela ruang kerja anggota DPR Wenny Warouw di lantai 16 bolong terkena peluru nyasar. (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Tembakan peluru nyasar ke gedung DPR bikin heboh. Polisi diminta mengusut tuntas kasus ini.

Total ada empat proyektil peluru yang menembus empat ruang anggota DPR. Pada Senin (15/10) ditemukan proyektil peluru di ruangan anggota DPR dari Fraksi Gerindra Wenny Warouw dan ruangan anggota DPR dari Fraksi Golkar Bambang Heri Purnama.

Sedangkan pada hari ini ditemukan peluru ruang anggota Demokrat Vivi Sumantri Jayabaya di lantai 10 dan ruangan politikus PAN Totok Daryanto di lantai 20.





Yang teranyar ruang anggota DPR F-Demokrat Khatibul Umam Wiranu juga terkena peluru nyasar. Polisi sudah mengecek ruangan Khatibul, tapi tidak memberikan keterangan ada-tidaknya peluru yang ditemukan.

"Karena ini menyangkut lembaga DPR, tempat yang strategis dan dilindungi negara, jadi kepolisian harus mengungkap dengan jelas, mengumumkan secara transparan kepada masyarakat latar belakang peluru nyasar ini apa," kata Totok, Rabu (17/10/2018).

Sedangkan Ketua Fraksi Partai Demokrat (PD) DPR Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas menyesalkan insiden tertembaknya ruang kerja anggota DPR. Dia berharap sistem keamanan terhadap anggota Dewan dan para pegawai di DPR ditingkatkan.

"F-PD prihatin dan mengecam terjadinya tembakan liar, apa pun itu bentuk dan tujuannya. Kami juga menyayangkan bahwa ruangan atau kompleks parlemen yang semestinya dijaga keamanannya, diberi perlindungan, baik sarana-prasarana wakil rakyat, staf penghuni di gedung parlemen benar-benar harus aman, tidak boleh menjadi gelisah, menjadi takut, dan mengurangi rasa percaya diri dan kerja politik keseharian kami," ujar Ibas.




Polisi menyebut peluru yang ditemukan hari ini serupa dengan peristiwa pada Senin (15/10). Peluru yang ditemukan polisi berukuran 9 milimeter.

"Tetapi untuk identik atau tidak, kita akan lakukan scientific investigation, uji balistik, untuk pembandingnya apakah sama dan identik dengan kejadian peristiwa Senin kemarin," ujar Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu.

Kepala Bidang Balistik dan Metalurgi Forensik Puslabfor Mabes Polri Kombes Ulung Sanjaya menyebut peluru yang ditemukan sama. Peluru ini berasal dari tembakan orang yang kini menjadi tersangka, yakni IAW dan RMY.

Pelaku menggunakan senjata yang berada di gudang saat berlatih di lapangan tembak.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta pada jumpa pers, Selasa (16/10), mengatakan tersangka IAW gugup karena senjata yang dipakainya menggunakan switch customize. IAW tak biasa menggunakan senjata yang dimodifikasi.

"Latar belakang ini karena tidak sengaja akibat yang bersangkutan gugup pada saat menekan pelatuk di mana senjata ini diubah yang standar ditambahin alat namanya switch customize, sehingga bisa berubah menjadi otomatis, 4 peluru atau 5 peluru yang masuk langsung bisa lepas," ujarnya.

"Pada saat itu yang bersangkutan mengisi empat peluru. Karena itu, begitu ditembakkan, sempat naik ke atas, sehingga peluru itulah yang didapat di 1313 dan 1601," sambung Nico.


(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed