DetikNews
Rabu 17 Oktober 2018, 21:50 WIB

Tolak Kaca Antipeluru di DPR, Sekjen Gerindra: Terlalu Mahal

Mochamad Zhacky - detikNews
Tolak Kaca Antipeluru di DPR, Sekjen Gerindra: Terlalu Mahal Kaca jendela ruang kerja anggota DPR Wenny Warouw di lantai 16 bolong terkena peluru nyasar. (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menolak wacana kaca gedung DPR dilapisi antipeluru. Muzani menilai pemasangan antipeluru terlalu mahal.

"Terlalu mahal kalau itu. Ya, kalau bisa, boleh, tapi terlalu mahal," kata Muzani saat dimintai tanggapan di kediaman Prabowo Subianto, Jl Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (17/10/2018).

Usulan pemasangan antipeluru di gedung DPR terkait dengan insiden peluru nyasar. Muzani mengusulkan pemindahan lapangan tembak untuk mencegah terjadinya peluru nyasar.

"Yang benar itu lapangan tembak dipindahin, lokasi yang sekarang dijadikan lapangan terbuka hijau untuk orang lari," terang Muzani.




Sebelumnya, Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta Badan Urusan Rumah Tangga DPR mengkaji perlu-tidaknya gedung DPR dilapisi antipeluru. Namun tidak semua kaca gedung DPR yang dilapisi antipeluru.

"Saya juga ingin meminta Badan Rumah Tangga melakukan kajian apakah sudah dibutuhkan secara mendesak kaca itu dilapisi dengan kaca film yang bisa menahan peluru. Kami minta dilakukan kajian untuk menutup kaca itu yang mengarah ke Lapangan Tembak," ujar Bamsoet dalam jumpa pers di gedung DPR, Senin (15/10).




(zak/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed