"Jadi semua sudah kondusif, Forum Koordinasi Umat Beragama (FKUB) dan ormas sudah datang, saya kira ada miskomunikasi sehingga ada hal yang seperti kita lihat kemarin bagaimana. Namun puji Tuhan, semua berjalan dengan baik sehingga tidak terjadi apa-apa," kata Olly, Rabu (17/10/2018).
Untuk menghindari kesalahpahaman, ia menyarankan agar setiap agenda yang akan dilaksanakan di lingkup daerah Sulawesi Utara dikoordinasikan bersama Badan Kerja Sama Umat Beragama (BKSUA).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun menegaskan masyarakat Sulawesi Utara tak menolak ulama. Olly mengatakan masyarakat Sulut cinta damai.
"Mereka bukan menolak habib datang di Sulut, saya kira tidak ada yang menolak seperti itu. Karena banyak ulama yang datang. Namun yang mereka inginkan jangan ada yang memprovokasi sehingga bisa terjadi perpecahan di Sulut," terangnya.
Ia mengimbau, menjaga keamanan di Sulut merupakan tugas setiap lapisan masyarakat. Ia meminta masyarakat tak mudah terpancing oleh berita hoax yang sengaja disebarkan oleh oknum tak bertanggung jawab yang ingin merusak kerukunan masyarakat Sulut.
"Teliti dengan baik semua informasi yang tersebar. Menjaga keamanan bukan hanya tugas pemerintah dan aparat, tetapi semua. Masyarakat juga harus turut menjaga keamanan. Media juga diminta membuat berita yang menyejukkan, menyampaikan realitas di Sulut, warganya cinta damai," pungkas Olly.











































